Dinkes Pangkep: Kurangnya Pengawasan Hewan Peliharaan Jadi Penyebab Utama
“Virus rabies menyerang sistem saraf pusat. Jika tidak segera ditangani, bisa berakibat fatal.”
— Kepala Dinas Kesehatan Kab. Pangkep, Ibu Yanti
PANKAJENE DAN KEPULAUAN, 2 Mei 2026 — Situasi kesehatan masyarakat di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) kembali menjadi sorotan serius setelah tiga warga Desa Sela Mangilu dilaporkan menjadi korban gigitan anjing yang diduga mengidap penyakit rabies atau yang dikenal masyarakat sebagai “anjing gila”.
Ketiga korban saat ini sedang menjalani perawatan medis intensif di fasilitas kesehatan setempat, termasuk pemberian serum dan vaksin anti-rabies sesuai protokol WHO, guna mencegah penyebaran virus yang berpotensi mematikan tersebut.
IDENTITAS KORBAN & KONDISI MEDIS
Berdasarkan data dari keluarga dan petugas medis, ketiga korban adalah:
1.Awaluddin – laki-laki, usia dewasa
2.Hasbiah Zahra Rabiah – perempuan, usia remaja
3.Airah Misha Nairah – perempuan, usia anak-anak
Mereka mengalami luka gigitan di bagian kaki dan tangan setelah diserang oleh seekor anjing liar yang menunjukkan gejala agresif di lingkungan permukiman mereka. Saat ini, ketiganya sedang menjalani rangkaian penyuntikan vaksin sesuai jadwal medis yang ditetapkan dokter.
“Kami sudah mulai vaksinasi hari pertama. Jadwal berikutnya akan dilanjutkan dalam 3, 7, 14, dan 28 hari pasca-gigitan,” ujar seorang perawat Puskesmas Sela Mangilu yang enggan disebutkan namanya.
KONFIRMASI DINAS KESEHATAN KABUPATEN PANGKEP
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep, Ibu Yanti, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi via telepon pada Jumat (1/5/2026), pukul 13.20 WITA.
“Benar, kami menerima laporan bahwa ada tiga warga di Desa Sela Mangilu yang menjadi korban gigitan anjing. Mereka sudah kami tangani oleh tim medis dan saat ini sedang menjalani perawatan serta pemasangan vaksin sesuai prosedur,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penanganan medis dilakukan secepat mungkin untuk meminimalisir risiko komplikasi neurologis akibat virus rabies, yang dapat menyebabkan kematian jika terlambat ditangani.
FAKTOR PENYEBAB: KURANGNYA PENGAWASAN HEWAN PELIHARAAN
Dalam penjelasannya, Ibu Yanti menguraikan dua faktor utama yang menyebabkan kasus rabies masih sering merebak di wilayah pedesaan seperti Sela Mangilu:
1. Kurangnya Pengawasan Terhadap Hewan Peliharaan
“Banyak anjing peliharaan yang tidak mendapatkan vaksin anti-rabies, sehingga jika tertular dari hewan liar, mereka bisa menjadi sumber penularan baru bagi manusia,” jelasnya.
Selain itu, kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksinasi rutin terhadap hewan peliharaan masih sangat rendah. Banyak anjing dibiarkan berkeliaran bebas tanpa ikatan atau kandang, meningkatkan potensi kontak langsung dengan manusia.
2. Kondisi Lingkungan & Mata Pencaharian Warga
Mayoritas warga Desa Sela Mangilu bekerja sebagai petani yang setiap hari beraktivitas di sawah, kebun, atau area terbuka yang banyak ditumbuhi semak belukar — habitat alami bagi anjing liar atau hewan pembawa virus lainnya.
“Aktivitas di luar rumah membuat warga lebih rentan bertemu dengan hewan yang sedang dalam masa agresif, seperti yang dialami oleh para korban,” tambah Ibu Yanti.
LANGKAH PENANGANAN & IMBAUAN RESMI DINKES
Pemerintah Kabupaten Pangkep melalui Dinas Kesehatan telah mengambil langkah cepat:Mobilisasi tenaga medis untuk menangani korban
Koordinasi dengan Dinas Peternakan untuk penelusuran dan pemusnahan hewan terindikasi rabies
Sosialisasi pencegahan rabies ke desa-desa rawan
Imbauan Resmi kepada Masyarakat:Vaksinasi Wajib: Segera bawa anjing peliharaan ke Puskeswan atau dokter hewan terdekat untuk vaksinasi anti-rabies.
Jangan Biarkan Berkeliaran: Ikut atau kurung hewan peliharaan agar tidak berkeliaran bebas di jalanan atau lingkungan umum.
Penanganan Luka Segera: Jika digigit atau dicakar, segera cuci luka dengan air mengalir dan sabun selama minimal 15 menit, lalu segera kunjungi puskesmas atau rumah sakit terdekat.
Laporkan Kejadian: Laporkan adanya anjing liar atau gejala agresif kepada aparat desa atau dinas terkait untuk tindakan lanjutan.
JURNAL POLRI MENYERUKAN AKSI NYATA & EDUKASI MASSAL
Sebagai media yang konsisten mengawal keselamatan publik dan integritas layanan kesehatan, Jurnal Polri menyerukan:
Pemerintah Desa Sela Mangilu segera membentuk posko pencegahan rabies
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memasukkan edukasi rabies dalam kurikulum sekolah dasar
Kapolda Sulsel meminta Polresta Pangkep membantu pengamanan dan penertiban hewan liar
Media lokal aktif menyebarkan informasi pencegahan rabies secara berkelanjutan
PENULIS: UMAR KABIRO PANGKEP







Tinggalkan Balasan