Makassar, Jurnalpolri.my.id — Ribuan siswa mungkin baru akan mengenakan seragam baru saat tahun ajaran berjalan. Namun jauh sebelum kain itu dipotong, dijahit, dan dipakai ke sekolah, Pemerintah Kota Makassar mulai lebih dulu “mengukur” kualitas dan kesiapan pasar.

Dinas Pendidikan Kota Makassar menjadwalkan kegiatan market sounding pengadaan kain seragam SD dan SMP Tahun Anggaran 2026 secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (12/6/2026).

Sekilas kegiatan ini terdengar teknis. Namun di baliknya, terdapat satu misi penting: memastikan seragam yang nantinya dikenakan siswa tidak hanya tersedia, tetapi juga berkualitas dan diperoleh melalui proses pengadaan yang sehat.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menjelaskan bahwa market sounding merupakan tahapan awal untuk membaca kondisi pasar sebelum proses pengadaan resmi dilaksanakan.

Dalam forum tersebut, pemerintah akan mendengarkan langsung masukan dari pelaku industri tekstil, calon penyedia, hingga pihak-pihak yang memahami kondisi bahan baku dan rantai pasok kain.

“Kami ingin memastikan spesifikasi yang disusun sesuai kebutuhan, kualitas kain baik, nyaman digunakan siswa, dan proses pengadaannya berjalan secara terbuka,” kata Achi.

Menurutnya, sering kali keberhasilan sebuah pengadaan tidak hanya ditentukan saat tender berlangsung, tetapi sejak tahap perencanaan.

Karena itu, pemerintah memilih membuka ruang dialog sejak awal agar dokumen pengadaan yang disusun tidak menimbulkan hambatan dan tetap memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh pelaku usaha yang memenuhi syarat.

Langkah ini sekaligus menjadi upaya menghindari kesalahan perencanaan yang dapat berdampak pada kualitas barang yang diterima masyarakat.

Bagi Dinas Pendidikan, seragam sekolah bukan sekadar selembar kain.

Di baliknya terdapat kebutuhan ribuan siswa yang akan mengenakannya setiap hari untuk belajar, beraktivitas, dan berinteraksi di lingkungan sekolah.

Karena itu, aspek kenyamanan, kualitas bahan, hingga ketahanan kain menjadi perhatian utama dalam proses pengadaan.

Melalui forum tersebut, Disdik Makassar juga ingin memastikan prinsip transparansi dan akuntabilitas tetap menjadi fondasi dalam setiap tahapan pengadaan barang pemerintah.

“Kami berharap seluruh penyedia yang memiliki kapasitas dapat berpartisipasi sehingga proses pengadaan berlangsung kompetitif dan menghasilkan produk terbaik bagi peserta didik,” ujar Achi.

Dengan dimulainya market sounding ini, proses pengadaan seragam sekolah di Makassar memasuki babak awal.

Sebuah tahapan yang mungkin tidak terlihat oleh siswa dan orang tua, tetapi menjadi penentu kualitas seragam yang kelak dikenakan ribuan anak sekolah di Kota Daeng. (*)