Wajo, Jurnalpolri.my.id — Pengurus Daerah Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Kabupaten Wajo periode 2026-2029 resmi dilantik di Gedung Islamic Center Sengkang, Senin (15/6/2026). Pelantikan yang dipimpin Ketua KJI Sulawesi Selatan, Edy Basri, itu dihadiri Bupati Wajo Andi Rosman, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, dan insan pers.
Dalam sambutannya, Edy menegaskan bahwa KJI Wajo merupakan pengurus tingkat kabupaten/kota pertama yang dilantik di Sulawesi Selatan. Karena itu, ia berharap KJI Wajo dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang akan menyusul membentuk kepengurusan.

“Ini adalah pengurus daerah KJI tingkat kabupaten/kota pertama yang saya lantik. Tentu harapan kami, KJI Wajo menjadi role model dan rujukan bagi daerah lain dalam membangun organisasi yang sehat dan produktif,” ujarnya.
Edy menekankan bahwa KJI harus hadir sebagai perekat persatuan, baik di lingkungan internal organisasi maupun dalam hubungan dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat.
Menurutnya, hubungan antara media dan pemerintah harus dibangun dalam posisi yang saling menghormati. Media tetap menjalankan fungsi kontrol sosial, sementara pemerintah membutuhkan media sebagai saluran informasi pembangunan kepada masyarakat.
“Pemerintah dan media harus memiliki bargaining position yang sehat. Jangan bermusuhan dengan pemerintah. Kita boleh kritis, bahkan harus kritis, tetapi kritik yang membangun dan berbasis fakta,” katanya.
Tak hanya itu, Edy juga mengingatkan agar KJI tidak terjebak dalam rivalitas yang tidak produktif dengan organisasi profesi pers lainnya. Ia menilai seluruh organisasi pers memiliki tujuan yang sama, yakni memperkuat profesi jurnalistik dan menjaga kebebasan pers.
“Kita juga tidak boleh bermusuhan dengan organisasi profesi lainnya. Justru sebaliknya, kita harus membangun kolaborasi, saling menghargai, dan memperkuat solidaritas antarinsan pers. Perbedaan organisasi jangan menjadi alasan untuk saling menjatuhkan,” tegasnya.

Menurut Edy, tantangan dunia jurnalistik saat ini jauh lebih besar dibanding sekadar perbedaan organisasi. Karena itu, sinergi antarkomunitas pers menjadi kebutuhan untuk menjaga profesionalisme dan kepercayaan publik terhadap media.
Selain mengingatkan soal hubungan dengan pemerintah dan organisasi profesi lainnya, Edy meminta pengurus yang baru dilantik segera menuntaskan legalitas organisasi dengan mendaftarkan KJI Wajo ke Kesbangpol serta menyiapkan rapat kerja sebagai dasar penyusunan program.
“Setelah pelantikan ini, segera daftar di Kesbangpol dan susun raker. Organisasi harus bergerak, jangan hanya berhenti pada seremoni pelantikan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Edy juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Wajo yang dinilainya berhasil menunjukkan ketangguhan dalam mengelola pembangunan daerah.
Ia menyoroti keberhasilan Pemkab Wajo meraih Juara I tingkat kabupaten kategori Creative Financing dari Kementerian Dalam Negeri yang diumumkan di Hotel Claro Kendari pada 29 Mei 2026. Prestasi tersebut mengantarkan daerah itu memperoleh insentif sebesar Rp3 miliar.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Wajo juga mendapat perhatian. Pada tahun 2025, Wajo berada di peringkat ketiga Sulawesi Selatan dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 7,19 persen. Sementara pada Triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi tercatat 6,97 persen dan berada di posisi ke-14 dari 24 kabupaten/kota di Sulsel, namun masih mampu melampaui Kota Makassar dan Kota Parepare.
“Ini menunjukkan bahwa Wajo merupakan daerah yang resilien. Di tengah berbagai tantangan ekonomi, daerah ini tetap mampu bertahan dan tumbuh dengan baik,” ungkapnya.
Sebelum mengakhiri sambutan, Edy menyampaikan pesan Ketua Umum KJI, Andarizal, kepada seluruh pengurus dan anggota KJI Wajo.
Pesan tersebut mencakup tiga hal penting, yakni tegak lurus menjalankan organisasi sesuai AD/ART, menjaga solidaritas dan harmoni di internal maupun eksternal organisasi, serta menjadi jurnalis yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat.
“Jaga kekompakan, hormati organisasi lain, bangun hubungan baik dengan pemerintah, dan jadilah jurnalis yang memberi solusi. Itulah semangat yang ingin dibawa KJI,” tutup Edy.
Pelantikan KJI Wajo pun menjadi momentum awal lahirnya organisasi pers yang diharapkan mampu memperkuat ekosistem jurnalistik yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan publik di Kabupaten Wajo. (*)







Tinggalkan Balasan