Jeneponto – Anggota DPRD Kabupaten Jeneponto dari Fraksi PKB, Saharuddin Tompo, yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kecamatan Kelara–Rumbia, turun langsung mengunjungi korban kebakaran di Dusun Kalongko, Desa Bonto Lebang, Kecamatan Kelara, pada Senin (22/6/2026).

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 16.00 WITA tersebut menghanguskan tiga unit rumah milik H. Jarre, Jumrah, dan Sanang. Selain menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, musibah itu juga merenggut satu korban jiwa, yakni Dg Bua, yang diperkirakan berusia sekitar 80 tahun. Korban dilaporkan meninggal dunia saat kebakaran terjadi.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak, Saharuddin Tompo langsung mendatangi lokasi kejadian dan menyerahkan bantuan kepada para korban. Kehadirannya menjadi wujud komitmen sebagai wakil rakyat untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya saat warga menghadapi musibah.
Dalam kesempatan tersebut, Saharuddin Tompo menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhumah Dg Bua serta memberikan dukungan moril kepada para korban yang kehilangan tempat tinggal.
“Kami turut berduka cita atas musibah ini. Semoga almarhumah Dg Bua mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Kepada warga yang terdampak, semoga diberikan kesabaran, kekuatan, dan dapat segera bangkit dari musibah ini,” ujar Saharuddin Tompo.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, dan para dermawan untuk bersama-sama membantu meringankan beban para korban agar dapat segera memenuhi kebutuhan dasar dan memulai kembali kehidupan mereka.
Data Korban Kebakaran
H. Jarre – Rumah hangus terbakar.
Jumrah – Rumah hangus terbakar.
Sanang – Rumah hangus terbakar.
Sementara itu, Dg Bua (sekitar 80 tahun) meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Aparat bersama pemerintah desa juga terus melakukan pendataan terhadap kerugian serta kebutuhan para korban untuk penanganan lebih lanjut.







Tinggalkan Balasan