BANGGAI LAUT – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PP dan KB) Kabupaten Banggai Laut terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan pemenuhan gizi melalui penguatan pengetahuan dan keterampilan para penjamah pangan di lingkungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Kursus Higiene Sanitasi Pangan bagi Penjamah Pangan SPPG yang berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Tinakin Laut, Kecamatan Banggai, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini diikuti sebanyak 50 peserta yang berasal dari dua SPPG di Kabupaten Banggai Laut.
Rinciannya, sebanyak 24 peserta berasal dari SPPG Banggai Laut Banggai Dodung dan 26 peserta dari SPPG Banggai Laut Banggai Tinakin Laut.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan pemahaman para penjamah pangan mengenai pentingnya menjaga kebersihan, menerapkan sanitasi, serta memastikan makanan yang diolah dan disajikan kepada penerima manfaat memenuhi prinsip keamanan pangan.
Tingkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Penjamah Pangan
Ketua panitia, Awaludin, dalam laporannya menyampaikan bahwa kursus tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penjamah pangan dalam menerapkan prinsip higiene dan sanitasi, mulai dari persiapan bahan makanan, proses pengolahan, hingga penyajian makanan siap konsumsi.
Menurutnya, pemahaman mengenai higiene dan sanitasi merupakan hal penting yang harus dimiliki setiap penjamah pangan agar proses penyediaan makanan dapat berjalan sesuai dengan prinsip kesehatan.
Penerapan standar kebersihan yang baik juga diperlukan untuk meminimalkan risiko kontaminasi makanan yang dapat membahayakan kesehatan penerima manfaat.
Kadinkes Aryanto A. Latta Resmi Buka Kegiatan
Kepala Dinkes PP dan KB Kabupaten Banggai Laut, Aryanto A. Latta, S.H., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan aspek penting yang tidak dapat dipisahkan dari penyelenggaraan pelayanan pemenuhan gizi.
Ia menekankan bahwa makanan dengan kandungan gizi yang baik harus didukung proses pengolahan yang higienis sehingga aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat.
Karena itu, para penjamah pangan di lingkungan SPPG diharapkan memiliki pemahaman yang memadai mengenai kebersihan diri, penggunaan peralatan yang bersih, sanitasi lingkungan kerja, serta prosedur pengolahan makanan sesuai dengan ketentuan kesehatan.
Usai menyampaikan sambutan, Aryanto A. Latta secara resmi membuka kegiatan kursus. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh para pemateri dari Dinkes PP dan KB Kabupaten Banggai Laut.
Materi Higiene, Sanitasi, dan Pencegahan Keracunan Pangan
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai sejumlah aspek penting dalam pengelolaan makanan yang aman dan sehat.
Materi yang disampaikan meliputi prinsip higiene dan sanitasi pangan, kebersihan pribadi penjamah pangan, keamanan makanan, sanitasi peralatan, kebersihan lingkungan kerja, serta tata cara pengolahan makanan siap saji.
Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai upaya pencegahan keracunan pangan dan penyakit yang dapat ditularkan melalui makanan.
Pembekalan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman menyeluruh kepada para peserta mengenai potensi risiko dalam proses pengolahan makanan serta langkah-langkah pencegahan yang perlu diterapkan dalam kegiatan operasional sehari-hari.
Penerapan higiene dan sanitasi tidak hanya berkaitan dengan kebersihan tempat pengolahan, tetapi juga mencakup perilaku penjamah pangan, kondisi peralatan, kualitas bahan makanan, serta proses penyimpanan dan penyajian.
Dengan memahami aspek-aspek tersebut, para penjamah pangan diharapkan dapat menjalankan tugasnya secara lebih cermat dan bertanggung jawab.
Diharapkan Tingkatkan Mutu Pelayanan Pemenuhan Gizi
Melalui kursus ini, Dinkes PP dan KB Kabupaten Banggai Laut berharap seluruh peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh di masing-masing SPPG secara konsisten.
Penerapan standar higiene dan sanitasi secara berkelanjutan dinilai penting untuk menjaga kualitas makanan sekaligus melindungi kesehatan masyarakat yang menjadi penerima manfaat program pemenuhan gizi.
Peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat dalam pengolahan makanan juga menjadi bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan pangan yang aman, sehat, dan berkualitas.
Dinkes PP dan KB Kabupaten Banggai Laut menegaskan bahwa keamanan pangan harus menjadi perhatian bersama dalam setiap tahapan penyediaan makanan, mulai dari persiapan bahan hingga makanan diterima dan dikonsumsi oleh penerima manfaat.
Dengan adanya kegiatan ini, 50 penjamah pangan dari dua SPPG di Kabupaten Banggai Laut diharapkan semakin memahami dan menerapkan prinsip higiene serta sanitasi pangan, sehingga kualitas pengolahan dan penyajian makanan semakin terjaga.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pelayanan pemenuhan gizi yang tidak hanya berorientasi pada kecukupan nutrisi, tetapi juga mengutamakan aspek kesehatan, kebersihan, dan keamanan pangan bagi masyarakat di Kabupaten Banggai Laut.
REPORTER: SUSANTO
(Tim Redaksi / JURNALPOLRI.MY.ID)







Tinggalkan Balasan