JENEPONTO, SULAWESI SELATAN – Krisis air bersih yang dialami warga di wilayah Kelara-Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, menjadi perhatian setelah masyarakat dilaporkan kesulitan mendapatkan air bersih layak konsumsi selama kurang lebih tiga bulan terakhir. Kondisi memprihatinkan tersebut mendorong Anggota DPRD Kabupaten Jeneponto dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Saharuddin Tompo, turun langsung menemui warga pada Minggu malam (19/10/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk mendengar secara langsung keluhan masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih. Berdasarkan informasi yang diterima, sebagian warga terpaksa memanfaatkan air sawah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk diminum.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena penggunaan air yang tidak terjamin kebersihannya dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Warga pun berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah agar kebutuhan dasar mereka dapat segera terpenuhi.

Duduk Bersama Warga, Dengarkan Keluhan Masyarakat

Dalam kunjungannya, Saharuddin Tompo memilih mendatangi langsung rumah warga untuk melihat situasi sekaligus mendengarkan keluhan masyarakat. Ia terlihat duduk lesehan bersama warga di sebuah rumah panggung dalam suasana sederhana dan penuh keakraban.

Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan kesulitan yang mereka alami selama krisis air bersih berlangsung.

Saharuddin mengaku prihatin setelah mendengar informasi bahwa warga telah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama sekitar tiga bulan.

“Katanya sudah sekitar 3 bulan minum air sawah, kasihan. Makanya saya tergerak untuk segera membantu mereka, semoga bermanfaat untuk kita semua,” ujar Saharuddin Tompo kepada media usai bertemu warga.

Air Bersih Menjadi Kebutuhan Mendesak

Krisis air bersih bukan sekadar persoalan kenyamanan, melainkan menyangkut kebutuhan dasar masyarakat yang berkaitan langsung dengan kesehatan dan kualitas hidup.

Air yang digunakan untuk minum dan memasak harus memenuhi standar kesehatan. Karena itu, warga yang terpaksa menggunakan air sawah perlu mendapatkan akses terhadap sumber air yang lebih aman dan layak konsumsi.

Kondisi tersebut juga membutuhkan perhatian dari pemerintah daerah dan instansi teknis terkait untuk mengidentifikasi penyebab krisis, memastikan ketersediaan air bersih darurat, serta merumuskan langkah penanganan yang berkelanjutan.

Saharuddin Dorong Solusi Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Sebagai anggota DPRD yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Kelara-Rumbia, Saharuddin Tompo menegaskan pentingnya penanganan persoalan air bersih agar masyarakat tidak terus-menerus menghadapi kesulitan yang sama.

Selain langkah bantuan untuk meringankan beban warga, diperlukan upaya koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait guna mencari solusi yang dapat menjamin ketersediaan air bersih secara berkelanjutan.

Penanganan jangka pendek diharapkan mampu memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, sementara solusi jangka panjang perlu diarahkan pada penyediaan dan perbaikan infrastruktur air bersih sesuai kondisi wilayah.

Warga Berharap Pemerintah Segera Bertindak

Kunjungan Saharuddin Tompo menjadi momentum untuk kembali menyoroti pentingnya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat di wilayah Kelara-Rumbia.

Warga berharap perhatian yang telah diberikan dapat diikuti dengan langkah konkret, sehingga mereka tidak lagi terpaksa menggunakan air sawah untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari.

Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan segera melakukan peninjauan lapangan, memetakan sumber permasalahan, serta mengambil langkah penanganan yang diperlukan.

Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Tidak seharusnya warga harus bertahan selama berbulan-bulan dengan sumber air yang kebersihannya belum terjamin. Penanganan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan menjadi hal penting agar masyarakat dapat memperoleh akses terhadap air yang aman dan layak konsumsi.

 

(Tim Redaksi / JURNALPOLRI.MY.ID)