JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap, 21 Desember 2024 – Sabtu pagi, yang mendung di Kelurahan Wala, suara gemuruh alat berat memecah ketenangan Jl. Domba dan Jl. Singa.
Di balik kemudi ekskavator yang sedang merobek tanah, berdiri tegak Serka Irwan, Babinsa Kelurahan Wala. Wajahnya serius, matanya menatap setiap gerakan yang seolah menjadi simbol perlawanan terhadap ancaman banjir yang siap mengintai.
“Kalau kita diam, air yang akan bicara,” ujar Serka Irwan sambil melangkah di tepi saluran yang mulai dikeruk.
Bersama Lurah Wala dan Dinas Lingkungan Hidup, mereka mengerahkan alat berat, memastikan setiap sedimen dan sampah yang menyumbat segera disingkirkan.
Pengerukan ini bukan sekadar pekerjaan rutin, melainkan bentuk ikhtiar menghadapi musim penghujan yang mulai menunjukkan taringnya.
Warga Kelurahan Wala turut menyaksikan. Beberapa berdiri di pinggir jalan, memperhatikan ekskavator yang seakan menari di atas lumpur.
“Sudah lama kami menunggu ini,” celetuk seorang warga, yang rumahnya tak jauh dari lokasi pengerukan.
Baginya, suara alat berat adalah musik pengusir kecemasan yang selama ini menyelimuti setiap kali hujan deras turun.
Serka Irwan memahami betul keresahan warga. “Banjir itu tidak memilih. Jika saluran ini dibiarkan dangkal, semua bisa terkena dampaknya,” katanya.
Ia tak hanya berbicara soal saluran air, tetapi juga soal kepedulian bersama. Di sela pengerukan, Irwan tak henti mengimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kebiasaan membuang sampah sembarangan.
“Kita ini ibarat menjaga benteng. Kalau bentengnya kotor dan rapuh, musuh (air) bisa masuk kapan saja,” lanjutnya, mengibaratkan saluran air sebagai benteng pertahanan warga.
Lurah Wala yang turut hadir, menyambut langkah ini dengan penuh optimisme.
“Ini baru langkah awal. Kita akan terus berkolaborasi agar wilayah kita benar-benar aman,” ujarnya.
Bagi masyarakat Wala, langkah ini membawa harapan baru. “Sekarang kami bisa tidur lebih nyenyak,” ucap seorang ibu rumah tangga yang anaknya kerap bermain di sekitar saluran.
Pengerukan ini baginya bukan sekadar proyek, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
Serka Irwan dan alat berat itu mungkin akan beranjak ketika pekerjaan selesai, tetapi jejak yang mereka tinggalkan akan tetap terasa.
Saluran yang kembali dalam, air yang mengalir lancar, dan ketenangan warga adalah bukti bahwa tangan-tangan yang peduli masih ada di Wala. (*)
Sumber: Sukriadi/Pen Kodim 1420







Tinggalkan Balasan