JURNALPOLRI.MY.ID, Wajo – Pagi di SDN 96 Simpursia, Kabupaten Wajo, terasa berbeda. Senyum ceria menghiasi wajah para siswa yang berbaris rapi, menyambut tamu istimewa: Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Yudhiawan, S.H., S.I.K., M.H., M.Si., bersama Ketua Bhayangkari Daerah Sulsel, Ny. Yunita Yudhiawan. Kamis (20/2/2025)

Mereka datang bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi membawa kabar baik tentang program Pembagian Makan Gratis Bergizi yang siap dinikmati oleh anak-anak sekolah.

Suasana di halaman sekolah dipenuhi semangat. Para siswa dengan riang menerima paket makanan bergizi, hasil dari Program Ketahanan Pangan Desa Simpursia.

Irjen Pol. Yudhiawan tak sekadar memantau, tetapi juga berbincang dengan anak-anak, menanyakan makanan favorit mereka, hingga memberi semangat agar rajin belajar.

“Makan yang cukup biar tambah pintar, ya!” ujarnya dengan senyum hangat.

Program ini bukan sekadar berbagi makanan, tetapi bukti nyata keberhasilan Desa Simpursia dalam mengelola ketahanan pangan.

Bekerja sama dengan aparat kepolisian dan pemerintah daerah, desa ini berhasil menciptakan ekosistem pangan berkelanjutan yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Wajo yang dengan penuh antusias mendukung upaya meningkatkan gizi anak-anak sekolah.

“Ini bukan hanya tentang makan gratis, tapi juga tentang masa depan mereka,” ujar seorang pejabat Forkopimda yang turut serta dalam acara.

Para guru pun tak bisa menyembunyikan kebahagiaan mereka. “Anak-anak sangat antusias. Selain mengurangi beban ekonomi orang tua, program ini juga meningkatkan kesadaran tentang pentingnya gizi,” kata seorang guru SDN 96 Simpursia.

Kapolda Sulsel berharap langkah baik ini bisa menginspirasi desa-desa lain.

“Ketahanan pangan adalah kunci kesejahteraan. Jika kita bisa melakukannya di satu desa, maka desa-desa lain pun bisa ikut berkembang dengan cara yang sama,” tegasnya.

Saat makanan telah habis disantap, tawa dan canda masih menggema di udara. Anak-anak kembali ke kelas dengan semangat baru, membawa cerita manis tentang pagi yang penuh berkah.

Di balik program ini, ada pesan kuat bahwa kepedulian adalah kunci untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. (*)