JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Di bawah langit cerah Desa Damai, Kecamatan Watang Sidenreng, Jumat (17/01/2025), gema gotong royong terdengar menggema.

Dipimpin oleh Pelda Muhammad Yunus, personel Koramil 1420-03/Maritengngae bergandengan tangan bersama masyarakat, melaksanakan karya bakti membersihkan saluran air yang tersumbat.

Langkah ini tak hanya simbol kepedulian, tetapi juga komitmen nyata untuk melawan ancaman banjir yang kerap menghantui desa saat hujan deras tiba.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas mingguan; ia menjelma menjadi cermin harmoni antara TNI dan warga.

Fokus kali ini adalah pembersihan saluran air yang dipenuhi tumpukan sampah dan rumput liar. Tumpukan itu telah lama menjadi momok, menyebabkan genangan air yang mengancam kehidupan sehari-hari.

“Pekerjaan ini lebih dari sekadar membersihkan saluran air,” ujar Pelda Muhammad Yunus, matanya penuh semangat. “Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa kebersihan adalah kunci untuk mencegah bencana. Dengan gotong royong, bukan hanya pekerjaan yang terasa ringan, tetapi juga semangat kebersamaan yang terus tumbuh.”

Kata-kata Pelda Yunus menyentuh hati para warga. Tak hanya memimpin dengan tangan, ia juga memimpin dengan teladan.

Para personel TNI bergerak gesit, mengangkat sampah, memotong rumput liar, dan memperbaiki titik saluran yang rusak.

Setiap sudut dikerjakan dengan cermat, menghidupkan kembali fungsi saluran air sebagai pelindung alami desa dari ancaman banjir.

Di tengah keramaian itu, seorang warga, Bapak Anto, berdiri menyaksikan dengan raut penuh apresiasi.

“Kami merasa desa ini bukan hanya milik kami, tetapi juga milik TNI,” ujarnya dengan nada haru. “Kehadiran bapak-bapak TNI bukan hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga lingkungan. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut, karena manfaatnya sangat besar.”

Pelibatan masyarakat dalam karya bakti ini tidak hanya meringankan pekerjaan, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki yang lebih dalam terhadap lingkungan sekitar.

Setiap tumpukan sampah yang diangkat, setiap rumput liar yang dipotong, adalah simbol kebersamaan yang tak ternilai harganya.

Pekerjaan yang dilakukan mungkin sederhana di mata sebagian orang, tetapi dampaknya begitu besar bagi warga Desa Damai.

Karya bakti ini bukan hanya tentang membersihkan lingkungan, tetapi tentang membangun jembatan antara masyarakat dan TNI—sebuah jembatan yang kokoh, penuh rasa percaya, dan harmonis.

Ketika senja mulai merayap, Desa Damai tampak lebih bersih dan bebas dari ancaman banjir.

Gotong royong ini tak hanya menyisakan saluran air yang kembali berfungsi, tetapi juga pesan mendalam bahwa kebersamaan adalah kunci menjaga lingkungan.

Dan di bawah kepemimpinan Pelda Muhammad Yunus, Desa Damai bukan hanya menjadi lebih bersih, tetapi juga lebih kuat menghadapi tantangan di masa depan. (*)

Sumber: Sukriadi/Pen Kodim 1420