JURNALPOLRI.MY.ID, Makassar – Momen wisuda di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Selasa (15/4/2025), terasa istimewa.
Bukan hanya karena ratusan mahasiswa dari program Diploma, Sarjana, Profesi, Magister, dan Doktor diwisuda hari itu.
Tapi karena Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Drs. Rusdi Hartono, M.Si., hadir langsung di tengah-tengah mereka, bukan sekadar sebagai tamu kehormatan—melainkan sebagai pembicara utama dalam Orasi Kebangsaan.
Digelar di Gedung Auditorium UIN Alauddin, suasana penuh khidmat langsung berubah menjadi inspiratif ketika Rusdi Hartono berdiri di podium.
Didampingi Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto dan Kabidpropam Kombes Pol Zulham Effendi, jenderal bintang dua itu menyampaikan orasi bertajuk “Implementasi Tugas Polri Sebagai Upaya Menjaga Semangat Nasionalisme dan Keutuhan NKRI Guna Terwujudnya Indonesia Emas 2045.”
Pesannya tegas: nasionalisme bukan sekadar kata—tapi fondasi hidup berbangsa.
“Nasionalisme adalah kekuatan yang menjaga kita tetap bersatu dalam keberagaman,” ucap Irjen Rusdi di hadapan para wisudawan dan civitas akademika.
Dalam orasinya, Rusdi memaparkan betapa pentingnya menjaga identitas nasional di tengah tantangan zaman.
Menurutnya, nilai-nilai nasionalisme bukan hanya membentuk karakter generasi muda, tapi juga memperkuat kedaulatan dan mendorong kemajuan ekonomi.
“Kalau kita ingin Indonesia Emas 2045 benar-benar terwujud, maka nasionalisme harus jadi napas dalam setiap langkah,” tegasnya.
Ia juga menyinggung peran Polri dalam menjaga utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, tugas polisi tidak hanya soal penegakan hukum dan pengamanan. Lebih dari itu, Polri adalah penjaga semangat kebangsaan.
“Kami punya tanggung jawab besar: menjaga stabilitas, mencegah konflik sosial, dan menyebarkan nilai-nilai kebangsaan. Kami harus jadi teladan,” ujarnya, disambut tepuk tangan peserta.
Suasana makin hangat saat Kapolda memberi semangat langsung pada para wisudawan. Ia menyebut generasi muda hari ini adalah motor perubahan, yang menentukan arah Indonesia ke depan.
“Kalian bukan sekadar sarjana. Kalian adalah agen masa depan. Jangan pernah lelah mencintai negeri ini,” serunya dengan nada penuh keyakinan.
Para mahasiswa pun terlihat antusias. Farah, wisudawati program Magister, mengaku terkesan dengan materi orasi Kapolda.
“Saya tak menyangka orasi kebangsaan bisa sehangat dan menyentuh itu. Jadi makin semangat untuk berkontribusi,” ucapnya.
Sementara itu, Rektor UIN Alauddin menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Kapolda.
Menurutnya, kolaborasi antara dunia akademik dan aparat keamanan sangat penting untuk membangun kesadaran kebangsaan di kalangan muda.
Acara wisuda ke-110 ini ditutup dengan semangat baru: tidak hanya merayakan gelar, tapi juga memperkuat komitmen untuk terus menjaga Indonesia dalam damai dan persatuan. (*)















