JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Di bawah terik pagi yang bersahabat, semangat gotong royong membuncah di Kelurahan Lawawoi, Kecamatan Watang Pulu.

Kamis (2/1/2025) menjadi saksi bagaimana Koramil 1420-04/Watang Pulu, dipimpin langsung oleh Pelda Laka (Pjs Danramil), menyatu dalam gerakan karya bakti bersama warga.

Langkah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah ikhtiar menjaga Lawawoi dari ancaman genangan dan banjir di musim penghujan.

Saluran air yang mengular di sepanjang pemukiman menjadi titik sentral aksi. Di sinilah tangan-tangan kuat dari prajurit dan warga bersatu, mengangkut sampah, menyingkirkan lumpur, dan merapikan rumput liar yang tumbuh subur di tepian saluran.

Semua bergerak, tak ada yang berpangku tangan. Lawawoi seakan bernapas lega di sela-sela cangkul dan sekop yang menari.

“Karya bakti ini bukan sekadar pekerjaan, ini adalah cerminan cinta kita pada lingkungan,” ujar Pelda Laka, matanya menatap setiap sudut saluran yang kian bersih.

Baginya, menjaga kebersihan bukan hanya tugas Koramil, melainkan tanggung jawab kolektif yang harus dipikul bersama.

“TNI dan masyarakat adalah satu kesatuan. Kalau lingkungan bersih, kita semua yang menikmatinya.”

Kehadiran Koramil di tengah masyarakat tak hanya sekadar membawa peralatan. Mereka membawa pesan kuat:

“Bersih salurannya, aman kampungnya.” Pesan ini menggema, meresap dalam hati setiap warga yang ikut serta.

Suasana penuh keakraban terjalin di setiap ayunan cangkul. Tak jarang tawa kecil menyelingi kerja keras mereka. Warga yang sebelumnya hanya menatap saluran penuh sampah kini tersenyum puas.

“Sudah lama kami ingin saluran ini dibersihkan. Kehadiran TNI menjadi dorongan besar bagi kami,” ucap seorang warga sambil mengelap peluh di dahi.

Pelda Laka menegaskan, kegiatan ini akan terus berlanjut sebagai agenda rutin mingguan.

“Kita tidak boleh berhenti di sini. Setiap pekan, kita harus memastikan saluran ini tetap bersih. Lawawoi harus terjaga, tak boleh ada banjir yang mengintai,” katanya penuh semangat.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola sampah. Saluran air bukan tempat pembuangan, melainkan urat nadi desa yang menjaga keseimbangan lingkungan.

“Buanglah sampah pada tempatnya, karena saluran yang lancar adalah benteng pertama melawan banjir,” tambahnya.

Ketika langkah kaki meninggalkan lokasi, Lawawoi berdiri lebih bersih dan segar. Saluran yang semula terhalang kini mengalir lancar, seolah mengirim pesan bahwa kerja keras bersama telah membuahkan hasil.

Karya bakti ini bukan sekadar pembersihan, tetapi simbol kekuatan kebersamaan. Lawawoi telah membuktikan, di bawah bimbingan Koramil Watang Pulu, lingkungan yang bersih bukan sekadar impian, melainkan kenyataan yang terukir dalam setiap tetes keringat warga. (*)

Sumber: Sukriadi/Pen Kodim 1420