JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Pasar Sentral Tanru Tedong, Kamis pagi itu, 26 Desember 2024, ramai bukan karena transaksi jual beli seperti biasanya.

Hiruk-pikuk kali ini datang dari derap langkah Ws. Danramil 1420-05/Dua Pitue, Letda Inf. Murjalil, yang bersama Sekcam dan puluhan warga menggelar karya bakti membersihkan selokan dan tepi jalan.

Matahari yang mulai merangkak tinggi seolah ikut menyaksikan semangat gotong royong yang kembali menghangatkan sudut-sudut pasar itu.

Sekcam Dua Pitue beserta staf, anggota Polsek, Lurah Tanru Tedong, Karang Taruna, Kepala Keamanan Pasar, hingga para tokoh masyarakat bahu-membahu dengan warga. Sekitar 30 orang turun tangan, menyulap selokan yang mulai dipenuhi sampah menjadi aliran air yang kembali jernih.

Letda Inf. Murjalil, dengan tangan yang tak ragu menggenggam cangkul, menyampaikan makna mendalam di sela-sela kegiatan.

“Lingkungan bersih bukan hanya soal kenyamanan, tapi ini cermin dari kesadaran kita sebagai masyarakat. Karya bakti ini adalah nafas kebersamaan, bentuk nyata kemanunggalan TNI dan rakyat,” ucapnya, matanya menatap lurus warga yang sibuk bekerja.

Baginya, seorang Babinsa tak sekadar bertugas menjaga keamanan.

“Kehadiran di tengah masyarakat itu harga mati. Kita ini bagian dari mereka. Ketika ada masalah, tugas kita adalah hadir, mendengarkan, dan membantu mencari jalan keluar,” lanjutnya, dengan suara tegas yang terbungkus kehangatan.

Letda Murjalil juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan secara berkelanjutan.

“Pasar ini urat nadi kita semua. Jangan biarkan sampah menumpuk di selokan. Genangan air itu bukan hanya mengundang bau tak sedap, tapi juga jadi panggung berkembangnya nyamuk demam berdarah. Kita yang akan merasakan dampaknya,” pungkasnya, sembari menggulung lengan baju lebih tinggi.

Tokoh masyarakat Tanru Tedong, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.

“Sudah lama kita rindukan kegiatan seperti ini. TNI yang turun langsung begini jadi pelecut semangat kami. Pasar ini wajah kecamatan, kalau bersih, kita semua ikut bangga,” ujarnya.

Dengan langkah yang penuh rasa kebersamaan, hari itu bukan hanya selokan yang dibersihkan, tapi juga semangat gotong royong yang kian mengakar di Pasar Tanru Tedong.

Karya bakti ini bukan sekadar agenda rutin, tapi simbol persatuan yang tumbuh subur di bawah naungan langit Sidrap. (*)

Sumber: Sukriadi/Pen Kodim 1420