JURNALPOLRI.MY.ID, Jeneponto – Suasana Aula Kalabbirang di Rumah Jabatan Bupati Jeneponto, Rabu pagi (16/4/2025), mendadak terasa berbeda.
Penuh haru, penuh kebanggaan. Ratusan guru dari berbagai madrasah di Jeneponto duduk rapi mengenakan pakaian formal, wajah-wajah mereka tak bisa menyembunyikan rasa syukur.
Hari itu, mereka resmi menyandang gelar guru profesional.
Acara bertajuk Pengukuhan Guru Profesional Dalam Jabatan Batch 2 Tahun 2024 ini digelar atas kerja sama Pemerintah Kabupaten Jeneponto dan Kementerian Agama.
Bukan sekadar seremoni, pengukuhan ini menjadi puncak perjuangan panjang para pendidik dalam menuntaskan proses Pendidikan Profesi Guru (PPG)—sebuah tahapan penting untuk menjadi guru bersertifikat negara.
Bupati Jeneponto H. Paris Yasir hadir langsung memimpin prosesi. Dalam sambutannya, ia tak ragu memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru yang telah berjuang menyelesaikan proses PPG.
“Guru adalah ujung tombak pendidikan dan pembangunan karakter bangsa. Saya bangga dengan dedikasi para guru hari ini. Jangan berhenti di sini, teruslah berinovasi dan membimbing anak-anak kita menuju masa depan yang cerah,” ucap Bupati dengan nada tegas namun penuh empati.
Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulsel, pejabat struktural, para pengawas madrasah, serta jajaran Kemenag Kabupaten Jeneponto.
Semuanya menyatu dalam satu momen penting yang menandai lahirnya guru-guru profesional di tanah Turatea.
Dari perwakilan Kanwil Kemenag Sulsel, disampaikan bahwa pengukuhan ini merupakan bentuk nyata penghargaan negara terhadap dedikasi para guru.
Tidak hanya sebagai formalitas, tetapi juga sebagai dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
“Proses ini adalah bagian dari penguatan sistem pendidikan nasional yang berkelanjutan. Para guru yang dikukuhkan hari ini bukan hanya mendapatkan gelar, tapi juga amanah besar,” ujar salah satu perwakilan Kanwil dalam sambutannya.
Puncak acara ditandai dengan pengambilan sumpah profesi, diikuti penyerahan piagam penghargaan secara simbolis kepada perwakilan peserta.
Momen itu disambut haru oleh para guru, beberapa di antaranya tampak menitikkan air mata bahagia.
Tak hanya simbolis, status baru sebagai guru profesional membawa konsekuensi besar: tanggung jawab moral dan profesional untuk menjadi teladan, penggerak pembelajaran, dan agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Dari wajah-wajah yang hadir, tersirat semangat baru. Semangat untuk terus belajar, semangat untuk mengabdi, dan semangat untuk membawa pendidikan madrasah Jeneponto ke arah yang lebih baik.
Dan hari itu, Rabu pagi di Jeneponto, menjadi saksi bisu bahwa perjuangan dan ilmu tak pernah mengkhianati hasil. (*)















