JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Suasana Sabtu sore (14/12)2024) yang syahdu menyelimuti Desa Mario, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidrap, ketika ratusan jemaat Gereja Toraja Jemaat Rappang berkumpul di Aula SNAKMA.

Perayaan Natal ini bukan sekadar perayaan biasa; di balik momen khidmat itu, ada sentuhan pengamanan dari Polsek Panca Rijang dan Polres Sidrap yang menjadi penjaga harmoni.

Kapolsek Panca Rijang, Kompol Nano, memimpin langsung pengamanan dengan penuh perhatian. Dalam keterangannya, ia menegaskan pentingnya kehadiran aparat dalam menciptakan suasana yang kondusif.

“Kami ingin memastikan seluruh rangkaian perayaan Natal berlangsung lancar tanpa gangguan, memberikan rasa aman kepada setiap jemaat yang hadir,” ungkapnya.

Tak hanya di dalam aula, personel kepolisian juga ditempatkan di sekitar area untuk mengatur arus lalu lintas dan menjaga kendaraan jemaat.

Langkah ini menunjukkan bagaimana polisi tak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai pelayan yang memahami kebutuhan masyarakat.

Rangkaian acara berlangsung penuh sukacita, mulai dari lantunan nyanyian rohani hingga doa bersama yang menggetarkan hati.

Pendeta Merson Baso Sakko, sebagai tokoh gereja, memberikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran polisi.

“Pengamanan dari Polsek Panca Rijang bersama Polres Sidrap sangat membantu kelancaran perayaan Natal ini. Kami merasa sangat terbantu,” tuturnya.

Bagi jemaat, kehadiran polisi bukan hanya soal keamanan fisik, tetapi juga memberikan ketenangan batin. Seorang jemaat, mengaku lebih tenang mengikuti ibadah.

“Saya merasa nyaman karena tahu polisi selalu siap siaga menjaga kami,” katanya dengan penuh syukur

Bagi Polri, pengamanan perayaan Natal ini adalah simbol kehadiran negara yang melindungi seluruh warganya tanpa memandang latar belakang.

Hal ini juga mencerminkan semangat toleransi dan kebersamaan yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Sidrap.

Kapolsek Nano menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mendukung kegiatan keagamaan.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa Polri selalu hadir untuk memastikan mereka dapat beribadah dengan tenang,” ujarnya

Di bawah temaram cahaya malam, ibadah Natal Gereja Toraja Jemaat Rappang berakhir dengan lancar. Namun, kesan mendalam dari pengamanan Polri tetap tertanam di hati jemaat.

Kehadiran aparat yang sigap dan humanis adalah bukti nyata bahwa harmoni sosial dapat dirajut melalui tindakan sederhana namun bermakna.

Seperti nyala lilin yang menerangi malam Natal, pengamanan ini menjadi simbol harapan dan damai.

Natal di Rappang tahun ini bukan hanya tentang perayaan iman, tetapi juga tentang kehadiran kasih dalam berbagai bentuk—termasuk dari para penjaga keamanan yang setia. (*)