MAKASSAR, JURNALPOLRI.MY.ID — Kasus lowongan kerja palsu yang berujung penyekapan dan pemerkosaan menghebohkan warga Makassar. Pelakunya, Feri Dg Rumpa (33), akhirnya ditangkap polisi di Surabaya, Jawa Timur, setelah sempat kabur usai menjalankan aksinya.

Yang mengejutkan, polisi mengungkap pelaku ternyata diduga ingin kembali mencari korban baru di Surabaya dengan modus yang sama.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana, mengatakan pelaku menjebak korban lewat iklan lowongan kerja baby sitter yang disebar di Facebook.

“Setelah aksinya di Makassar selesai, pelaku berencana pindah ke Surabaya dan menjalankan modus serupa,” ujar Arya Perdana, Minggu (17/5/2026).

Korban diketahui seorang mahasiswi berinisial MA (21).

Pelaku awalnya mengiming-imingi korban pekerjaan, lalu mengajak bertemu di sebuah rumah kontrakan harian yang disewanya di Makassar.

Rumah itu ternyata dijadikan tempat menjalankan aksinya.

“Pelaku menyewa rumah harian sekitar Rp300 ribu dan dipakai untuk menjebak korban,” jelas Arya.

Selain menyekap dan memperkosa korban, pelaku juga membawa kabur motor dan handphone milik korban.

Kasubnit 2 Jatanras Polrestabes Makassar, Ipda Supriadi Gaffar, mengatakan pelaku sudah mengakui perbuatannya kepada polisi.

“Untuk sementara pelaku mengaku memperkosa korban satu kali,” kata Supriadi.

Saat proses penangkapan, polisi juga terpaksa menembak kaki pelaku karena diduga mencoba melawan dan melarikan diri.

“Pelaku diamankan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, saat baru tiba,” tambahnya.

Dari hasil pemeriksaan, barang milik korban ternyata sudah dijual pelaku.

“Motor dan HP korban dijual kepada seseorang berinisial SU dengan total sekitar Rp3 juta,” ungkap Supriadi.

Saat ini pelaku sudah dibawa ke Polrestabes Makassar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kasus ini kembali menjadi peringatan keras bagi masyarakat, khususnya anak muda, agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di media sosial.

Apalagi belakangan modus loker palsu makin sering dipakai pelaku kejahatan untuk menjebak korban.

Polisi mengimbau masyarakat tidak mudah percaya pada lowongan kerja tanpa identitas perusahaan yang jelas, terlebih jika proses perekrutannya dilakukan secara tertutup atau mengajak bertemu di lokasi mencurigakan. (*)