JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Sabtu pagi, 28 Desember 2024, yang mendung di Baranti, seakan memberi isyarat bagi Peltu Sahabuddin untuk memulai langkah kecil yang berdampak besar. Bukan sekadar rutinitas, tapi panggilan jiwa untuk merawat lingkungan yang sekitar. Dengan sabit di tangan dan semangat yang tak pernah usang, Babinsa Koramil 1420-07/Baranti itu memimpin karya bakti membersihkan lingkungan di Lingkungan 1, Kelurahan Baranti, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap.
Musim hujan memang tiba, membawa berkah sekaligus tantangan. Daun-daun gugur berserakan, saluran air mulai tersumbat, dan rumput liar tumbuh menjulang.
Bagi Peltu Sahabuddin, ini bukan sekadar pemandangan biasa. “Kalau bukan kita yang bergerak, siapa lagi?” pikirnya dalam diam. Ia pun mengayuh langkah, mengajak para stakeholder dan tokoh masyarakat untuk turun tangan.
Ajakan itu disambut hangat. Dari tokoh adat, tokoh agama, hingga pemuda setempat, semua bahu-membahu. Bukan hanya sekadar bersih-bersih, tapi gerakan ini seperti benang merah yang merajut kebersamaan.
“Kami di sini bukan hanya membersihkan jalan, tapi juga hati dan rasa kepedulian,” ujar salah satu warga sambil memungut daun kering yang berserakan.
Kegiatan semakin hidup dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kelurahan Baranti. Satu unit truk pengangkut sampah ikut dikerahkan, mengangkut setiap tumpukan sampah yang berhasil dibabat dengan cangkul dan sabit.
Bagi Peltu Sahabuddin, ini bukan hanya bentuk kerja fisik, tapi juga simbol kuat bahwa sinergi adalah kunci keberhasilan.
“Saya berterima kasih kepada Pemerintah Kelurahan yang begitu responsif. Ini adalah bukti nyata kalau gotong royong masih mengalir di nadi kita,” ujarnya.
Sorot mata warga Baranti penuh binar kebanggaan. Ada rasa lega saat melihat jalanan yang tadinya kumuh kini kembali bersih.
“Peltu Sahabuddin bukan hanya seorang Babinsa, tapi juga inspirasi kami. Beliau selalu jadi yang pertama turun ke lapangan,” kata salah seorang tokoh masyarakat.
Karya bakti ini tak sekadar aksi bersih-bersih. Ia adalah cermin kehangatan hubungan antara Babinsa dan warga. Di balik setiap sabetan cangkul, ada harapan. Di setiap tumpukan sampah yang terangkut, terselip komitmen untuk menjadikan Baranti lebih hijau dan nyaman.
Sore itu, saat matahari perlahan condong ke barat, Peltu Sahabuddin berdiri di ujung jalan, memandang hasil karya bakti hari itu. Senyum tipis tersungging.
Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya tumpukan sampah yang hilang, tapi bagi Baranti, ini adalah kemenangan kecil yang akan terus bergema dalam waktu yang panjang. (*)
Sumber: Sukriadi/Pen Kodim 1420







Tinggalkan Balasan