JURNALPOLRI.MY.ID, Makassar – Langit Sulawesi Selatan yang semula cerah kini diselimuti mendung pekat. Hujan deras yang tak kunjung henti menjadi isyarat bencana yang mengintai, membawa serta luapan sungai yang merendam rumah-rumah dan memutus akses jalan.

Di tengah kepungan air yang meluas, suara sirene kendaraan Polri menggema—menandai hadirnya harapan di tengah musibah.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, S.I.K., M.H., berdiri di garda terdepan, memastikan setiap personel Polri bergerak cepat.

“Kami tidak menunggu, kami langsung turun. Evakuasi dan bantuan harus tiba sebelum air makin meninggi,” tegasnya dengan suara penuh ketegasan.

Tak hanya di Makassar, tetapi hingga pelosok kabupaten yang turut merasakan amukan cuaca.

Di setiap sudut yang tergenang, posko darurat berdiri kokoh bagai benteng perlindungan. Pelayanan kesehatan disiapkan, logistik digelontorkan, dan tangan-tangan polisi yang terlatih kini menjadi tangan penyelamat.

“Ini bukan sekadar banjir, ini tentang kehidupan yang harus kita jaga. Kami di sini untuk memastikan masyarakat tak hanya selamat, tapi juga bisa bertahan dan bangkit kembali,” lanjut Kombes Pol Didik, matanya tajam menatap situasi yang kian darurat.

Bukan tanpa hambatan. Air bah menelan jalanan utama, memutus arus lalu lintas dan menyulitkan distribusi bantuan. Namun, dalam semangat pengabdian, Polri tak sendiri. Bersama BPBD dan TNI, mereka menyusuri jalur terjal, membuka akses yang terputus, dan menyalurkan bantuan hingga ke sudut-sudut desa yang terisolasi.

“Kolaborasi adalah kunci. Kami bergerak bersama karena masyarakat menaruh harapan besar di pundak kami,” ujar Kombes Pol Didik.

Di sela-sela kesibukan, peringatan pun disampaikan kepada warga.

“Jangan pernah anggap remeh arus air. Dengarkan imbauan kami, laporkan jika ada kondisi darurat. Kami siap 24 jam untuk masyarakat,” imbuhnya, seolah menegaskan bahwa Polri tak akan beranjak hingga banjir benar-benar surut.

Langkah Polri ini disambut hangat oleh masyarakat. Terlihat senyum kecil di wajah mereka yang sebelumnya muram. Apresiasi pun mengalir deras dari berbagai pihak, menandakan bahwa di tengah bencana, solidaritas dan keberanian Polri menjadi cahaya di ujung lorong gelap.

Harapan kini tertanam. Dengan bahu membahu, Sulawesi Selatan diyakini mampu bangkit.

Kombes Pol Didik dan jajarannya telah menanam benih kepedulian yang akan tumbuh menjadi kekuatan besar bagi negeri ini.

Sebab, di setiap bencana, Polri bukan hanya sekadar penjaga ketertiban—mereka adalah perpanjangan tangan kemanusiaan yang tak pernah lelah melindungi. (*)

 

Sumber: Humas Polres Sidrap