JURNALPOLRI.MY.ID, Gowa – Suasana di SMPN 1 Tompobulu pagi ini, Senin (21/4/2025), terlihat tak seperti biasanya. Satu per satu guru dan staf sekolah berjejer rapi, bukan untuk apel atau pelatihan, tapi untuk ikut pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Puskesmas Tompobulu.
Pemeriksaan ini menyasar seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan non-ASN yang bertugas di sekolah tersebut.
Mulai dari pengecekan tekanan darah, berat badan, kadar lemak tubuh, hingga tes gula darah, kolesterol, dan deteksi dini risiko penyakit jantung—semuanya digratiskan.
“Ini bagian dari kampanye kesehatan kita, termasuk program GERMAS dan upaya pencegahan stunting,” ujar Kepala Puskesmas Tompobulu, Hj. Nursyamsi, S.K.M., di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, usia produktif 15–59 tahun tetap harus dipantau kesehatannya secara rutin. Apalagi bagi para guru, yang disebutnya sebagai “kader-kader posyandu” yang punya peran penting dalam menyebarkan informasi kesehatan.
“Justru karena mereka sibuk, kita yang datangi. Tujuannya mendekatkan pelayanan, supaya mereka tetap sehat dan bisa maksimal dalam mengabdi,” jelas Nursyamsi.
Pantauan di lokasi, kegiatan berlangsung tertib dan mendapat sambutan positif dari para guru.
Beberapa bahkan tampak antusias saat menjalani pengecekan, diselingi obrolan ringan dan canda tawa dengan petugas kesehatan.
“Ini baru pertama kalinya kami diperiksa langsung di sekolah, biasanya harus ke Puskesmas. Alhamdulillah sangat membantu,” ujar salah satu guru yang ikut diperiksa.
Plt Kepala Sekolah SMPN 1 Tompobulu juga menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Puskesmas.
Ia menyebut kegiatan ini sebagai wujud nyata kepedulian Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa terhadap para tenaga pendidik.
“Kami sangat berterima kasih, karena ini bukan hanya soal cek kesehatan. Ini tentang perhatian dan upaya menjaga guru-guru tetap sehat agar bisa terus mencerdaskan anak-anak,” ucapnya.
Bagi guru atau staf yang belum sempat ikut hari ini, pihak Puskesmas memastikan mereka tetap bisa melakukan kontrol lanjutan di fasilitas kesehatan terdekat.
“Kesehatan itu hak semua orang. Dan untuk guru-guru, ini adalah bentuk penghargaan juga atas jasa mereka,” tutup Nursyamsi.
Dengan gerakan kecil seperti ini, semangat hidup sehat pun makin terasa dekat—langsung menyapa mereka yang ada di garis depan pendidikan.







Tinggalkan Balasan