JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Pada Selasa (11/2/2025), mentari pagi baru saja menampakkan sinarnya ketika beberapa warga Kelurahan Bangkai, Kecamatan Watang Pulu, Kab. Sidrap, mulai berkumpul di depan jajaran ruko.

Suasana yang biasanya ramai oleh aktivitas perdagangan pagi itu berubah menjadi ajang gotong royong. Tumpukan sampah di selokan yang sudah lama dikeluhkan kini menjadi target utama aksi bersih-bersih.

Namun, ada yang menarik dari kegiatan ini. Bukan hanya warga yang turun tangan, tetapi juga personel Koramil 1420-04/Watang Pulu yang dipimpin oleh Serma Irwan.

Dengan penuh semangat, mereka membawa sekop, sapu, dan karung sampah, lalu bahu-membahu bersama masyarakat untuk membersihkan lingkungan.

“Kami tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga ingin memastikan lingkungan di sekitar tetap bersih dan sehat,” ujar Serma Irwan sambil mengangkat satu karung penuh sampah yang diangkut dari selokan.

Bagi Koramil Watang Pulu, karya bakti ini lebih dari sekadar bersih-bersih. Ini adalah bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi contoh agar masyarakat lebih sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan. Kalau lingkungan bersih, kesehatan warga juga lebih baik,” tambahnya.

Antusiasme warga dalam kegiatan ini begitu terasa. Mereka dengan sigap mengambil alat seadanya untuk ikut membersihkan selokan yang mulai tersumbat sampah plastik dan dedaunan.

Menurut Budi (50), seorang pedagang di ruko setempat, aksi ini benar-benar bermanfaat.

“Biasanya kalau hujan deras, air meluap ke jalan karena selokan mampet. Kalau rutin dibersihkan seperti ini, kami lebih tenang,” ujarnya.

Bukan hanya manfaat lingkungan yang didapat, tetapi juga kebersamaan yang semakin erat. Dalam aksi ini, TNI dan warga tidak ada bedanya. Mereka bekerja sama, bercanda di sela-sela aktivitas, hingga berkeringat bersama demi satu tujuan: lingkungan bersih dan nyaman.

Kegiatan ini memang menjadi agenda rutin bulanan, namun Serma Irwan berharap kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI semata.

“Kami ingin menanamkan nilai gotong royong. Ini adalah warisan budaya kita yang harus terus dijaga. Kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau TNI, tetapi juga masyarakat,” tegasnya.

Saat matahari semakin meninggi, selokan yang sebelumnya penuh sampah kini terlihat lebih bersih. Warga pun pulang dengan wajah puas, membawa harapan agar kebiasaan baik ini terus berlanjut.

Di tengah kehidupan modern yang serba sibuk, aksi ini menjadi pengingat bahwa kepedulian dan kebersamaan masih hidup.

TNI dan masyarakat bukan hanya dua entitas terpisah, tetapi satu kesatuan yang harus terus bergandengan tangan demi lingkungan yang lebih baik. (*)

 

Sumber: Sukriadi/Pen Kodim 1420