JurnalPolri Saumlaki
Banyak pelanggaran pemilu, sering dibuat oleh oknom-oknom paslon yang sering merusak tatanan demokrasi, tim kampanye Projo merasa penting untuk disetiap orasinya mengingatkan pendukung dan simpatisan serta masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk berhati-hati dalam membuat pelanggaran.
Melalui pantauan media ini, disetiap jadwal kampanye pada sepulu setiap desa dan Kecamatan Mulai dari kecamatan Selaru hingga Molo Maru di kabupaten Kepulauan Tanimbar di bulan Oktober 2024 ini, Para Jurkam yang disiapkan oleh pasangan Bupati dan Wakil Bupati Piterson Rangkoratat SH, dan Hendrikus Jauhari Oratmangun SE, disetiap momen kampanye para orator selalu saja memberikan pendidikan politik untuk bisa menggugah sekaligus mengingatkan masyarakat untuk memilih pemimpin bukan asal memilih karena uang dan janji-janji politiknya.
Melalui pendidikan politik yang disampaikan para Jurkam Projo disetiap orasi politiknya, bisa membuka dan menggugah mata hati pendukung dan simpatisan serta masyarakat agar supaya pesta demokrasi masyarakat, jangan lagi dirusak oleh money politik dan modus pengumpulan KTP serta memberikan janji-janji palsu kepada masyarakat.
Melalui sejumlah Jurkam, mulai dari Ketua Gelora Marthen Maskikit, Yoppy F. Manunwembun, Paulus Yambormias, Ever Fase, Motis Futwembun, Alvin Fatlolon dan Petrus Rerebain dalam orasinya masing-masing menyampaikan memili pemimpin harus mengenal rekam jejak dan mengetahui fisi dan misi Paslon dalam menentukan pilihan agar kedepan bisa menata birokrasi dan Keuangan daerah untuk bisa memperbaiki ekonomi Tanimbar lima tahun ke depan.”Tegas para orator Projo di atas panggung politik.
Tanimbar saat ini masih mengalami miskin ekstrim, Morat Marit birokrasi, peredaran uang tidak berjalan, ekonomi belum pulih dan masih banyak persoalan di Tanimbar belum terselesaikan. Oleh sebab itu sejumlah orator mengajak masyarakat untuk jika berkenan, kalau ada Paslon yang memberikan mengumpulkan KTP, memberikan uang, membagi beras dan memberikan janji-janji politik kepada pemilih dengan maksud mempengaruhi pemilih untuk memilih calon tertentu, silakan ambil uang atau barangnya tetapi jangan coblos orangnya tetapi jangan lupa tanggal 27/11/2024 nanti, jangan lupa ceblos nomor urut 5.
Selain itu, sejumlah Jurkam juga membeberkan rekam jejak para pasangan calon lain yang bermasala dengan daerah maupun tidak mengabdikan diri di daerah tetapi punya kepentingan barulah datang untuk mencalonkan dirinya didaerah ini.
Rekam jejak mulai dari HPH, yang telah membabat habis hutan dan pengambilan kayu torem yang sudah hampir punah dan tempat situs-situs sejarah yang mulai rusak, yang sekarang datang maju untuk mencalonkan dirinya, ibarat seperti ular yang menggantikan kulitnya.
Rekam jejak calon lain juga terkait monopoli proyek yang mengakibatkan utang pihak ketiga yang dipaksakan dibayarkan dalam kondisi ekonomi keuangan daerah yang terpuruk (“defisit”), penguasaan dan monopoli tanah-tanah di Tanimbar.
Ada calon lagi yang tak mau mengabdikan dirinya di Tanimbar padahal daerah membiayai dirinya melalui beasiswa dengan harapan bisa mengabdi di daerah ini untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat, tetapi ternyata tidak namun ketika merasa mempunyai kepentingan di daerah ini, berulah pulang untuk mencalonkan dirinya.
Oleh sebab itu, para orator selalu saja mengingatkan dan mempertegas kepada pendukung untuk berhati dengan money politik, jagan sampai seperti seorang pelacur yang mengadaikan harga dirinya kepada hidung belang hanya untuk mendapatkan uang tetapi tidak mendapatkan perhatian dan balayan kasih sayang darinya.-
Orang Tanimbar punya adat dan budaya yang sangat dihargai olenya itu harga diri orang Tanimbar jangan digaikan karena uang untuk mengorbankan Tanimbar lima tahun kedapan akan lebih susah dari hari ini.(O.L.B)















