JURNALPOLRI.MY.ID, Makassar – Langit Makassar tampak teduh saat Hotel Harper menjadi panggung pertemuan para pemimpin keamanan di Sulawesi Selatan.

Pada Selasa (17/12/2024), suasana rapat Analisa dan Evaluasi (Anev) Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Sitkamtibmas) terasa penuh makna.

Di tengah barisan pejabat utama, hadir Kapolres Sidrap, AKBP Dr. Fantry Taherong, S.H., S.I.K., M.H., membawa kebanggaan tersendiri.

Kehadirannya kali ini bukan hanya untuk menilai, tetapi juga merayakan sebuah prestasi besar yang berbuah manis pasca-Pilkada Serentak 2024.

Dibuka oleh Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Yudhiawan, S.H., S.I.K., M.H., M.Si., Anev tersebut menjadi panggung evaluasi. Tak hanya membahas peta keamanan pasca-Pilkada, namun juga menggali langkah-langkah strategis dalam menjaga stabilitas kamtibmas di masa mendatang.

Di hadapan jajaran petinggi seperti PJU Polda Sulsel, Kapolres se-Sulsel, serta para Kabag Ops, Kasat Intel, dan Kasat Reskrim, dinamika keamanan selama Pilkada dikupas tuntas, bagaikan memetakan medan perang agar tetap terkendali.

Dalam rapat yang berlangsung khidmat, sinergi dan kesiapsiagaan menjadi kunci. Kapolda Yudhiawan tak lupa memberikan apresiasi khusus kepada Kapolres Sidrap.

“Selamat kepada Kabupaten Sidrap yang berhasil meraih peringkat tiga nasional dalam pengelolaan rekapitulasi suara tercepat dan penetapan hasil Pilkada 2024. Ini adalah bukti kerja keras seluruh pihak,” ujarnya penuh bangga.

Kata-kata itu bagaikan medali yang menggantung di pundak seluruh tim pengamanan Pilkada di Sidrap.

Dalam suasana yang sarat apresiasi, AKBP Dr. Fantry Taherong pun angkat bicara. Dengan sorot mata penuh kebanggaan, ia tak menyia-nyiakan momen untuk memuji kerja keras seluruh personelnya.

“Alhamdulillah, Pilkada di wilayah hukum Polres Sidrap berjalan kondusif. Tidak hanya aman, Sidrap juga menorehkan prestasi sebagai Kabupaten terbaik ketiga nasional dalam pengelolaan rekapitulasi dan penetapan hasil suara. Ini bukan hanya kerja Polri, tetapi hasil sinergi semua pihak,” tuturnya.

Seperti aliran sungai yang tenang namun pasti, prestasi tersebut menjadi simbol dedikasi tanpa kenal lelah. Para personel kepolisian bagaikan benteng kokoh yang menjaga jalannya demokrasi tetap aman dan tertib, meskipun di tengah berbagai potensi riak kerawanan.

Anev ini tak hanya menjadi ajang refleksi, tetapi juga forum menyusun strategi ke depan. Kapolres Sidrap menegaskan pentingnya kesiapsiagaan untuk meredam segala potensi gangguan keamanan pasca-Pilkada.

“Setelah pesta demokrasi usai, tugas kita belum selesai. Stabilitas keamanan harus terus dijaga agar tidak ada celah bagi gangguan sekecil apa pun,” ujar AKBP Fantry.

Tak hanya berhenti di situ, Polres Sidrap juga telah menyiapkan rencana pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ratusan personel siap diterjunkan untuk memastikan setiap sudut Sidrap tetap aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Pengamanan Nataru harus maksimal. Kita pastikan seluruh masyarakat Sidrap bisa merayakan momen ini dengan penuh ketenangan,” tegasnya.

Bagi Kapolres Sidrap, penghargaan nasional yang diraih bukanlah akhir, melainkan langkah awal menuju tanggung jawab yang lebih besar.

Dengan komitmen yang kuat, ia bersama jajarannya siap menulis babak baru dalam menjaga keamanan Sidrap—tanah yang telah mereka jaga seperti seorang penjaga api yang tak pernah padam.

Di balik tepuk tangan dan apresiasi, tersirat pesan mendalam: pengamanan adalah tentang kesatuan langkah, ketegasan sikap, dan hati yang senantiasa berdedikasi.

Kapolres Sidrap dan jajarannya telah membuktikan itu, menjadikan Sidrap sebagai contoh bahwa dengan sinergi dan semangat, keamanan bukan hanya cita-cita, tetapi realita. (*)