JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Matahari pagi baru saja naik saat Sertu Isman, Babinsa Koramil 1420-01/Panca Lautang, turun ke sawah. Lengannya sudah tersingsing, tangannya menggenggam cangkul.

Bersama para petani dari Kelompok Tani (Poktan) Mammula Menre, ia bahu-membahu membersihkan saluran irigasi di Desa Alesalewo, Kecamatan Panca Lautang, pada Kamis (20/03/2025).

Bagi warga, inisiatif Babinsa bukan sekadar ajakan kerja bakti biasa. Ini adalah bentuk kepedulian nyata terhadap nasib petani, yang selama ini bergantung pada kelancaran air irigasi untuk menghidupi sawah mereka.

Di hadapan para petani yang berkumpul, Sertu Isman menegaskan bahwa irigasi yang bersih adalah kunci keberhasilan pertanian.

“Kalau saluran irigasi tersumbat, sawah akan kekeringan. Sebaliknya, kalau air mengalir lancar, hasil panen akan lebih baik. Karena itu, gotong royong ini penting untuk memastikan lahan pertanian tetap produktif,” ujarnya.

Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Sertu Isman ingin memastikan bahwa kehadiran Babinsa tidak hanya untuk keamanan, tetapi juga membantu kesejahteraan warga.

Semangat gotong royong terlihat jelas. Para petani bekerja tanpa mengenal lelah, mencangkul lumpur, mengangkat sampah yang menyumbat aliran air, dan membersihkan rerumputan liar di sekitar irigasi.

Pak Kadir (45), seorang petani setempat, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Babinsa.

“Kami sangat terbantu dengan kepedulian Babinsa. Beliau bukan hanya datang memberi instruksi, tapi benar-benar ikut turun bekerja bersama kami. Ini membuat kami semakin bersemangat,” ujar Pak Kadir sambil mengusap peluh di dahinya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Rasid (50), petani yang ikut dalam kegiatan tersebut.

“Saya sudah lama bertani di sini, dan ada Babinsa yang turun langsung membantu membersihkan irigasi. Ini sangat berarti bagi kami, terutama menjelang musim tanam,” katanya dengan wajah penuh harapan.

Di tengah era yang serba individualistis, semangat gotong royong masih hidup di Desa Alesalewo. Para petani dan Babinsa bahu-membahu, menyadari bahwa masa depan pertanian harus dijaga bersama.

Setelah beberapa jam bekerja, saluran irigasi akhirnya kembali bersih. Air mengalir deras, membawa harapan baru bagi para petani.

Sertu Isman berharap kegiatan semacam ini bisa menjadi kebiasaan rutin.

“Kalau petani sejahtera, desa juga akan maju. Jadi, kita harus terus menjaga irigasi ini bersama-sama,” tutupnya.

Sebuah pesan sederhana, tetapi penuh makna bagi para petani.

Gotong royong hari ini bukan hanya tentang membersihkan saluran air, tetapi juga tentang menanam harapan untuk masa depan pertanian yang lebih baik. (*)