JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Minggu pagi yang cerah, 23 Maret 2025, di Kelurahan Bangkai, Kecamatan Watang Pulu, Sidrap, tak hanya diisi dengan aktivitas biasa.

Di sepanjang saluran irigasi, suasana gotong royong begitu terasa saat Babinsa Koramil 1420-04/Watang Pulu, Serma Asdar, memimpin warga membersihkan aliran air menuju persawahan.

Dengan cangkul dan sabit di tangan, mereka bahu-membahu mengangkat sampah dan menyingkirkan tumbuhan liar yang menyumbat jalur air.

Tak sekadar kerja bakti, kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Serma Asdar menegaskan bahwa irigasi yang lancar adalah kunci utama dalam mendukung produktivitas petani. Jika aliran air tersumbat, sawah akan kekurangan pasokan air, yang berujung pada hasil panen yang kurang maksimal.

“Saluran irigasi ini adalah nyawa bagi sawah. Kalau tersumbat, pertumbuhan padi bisa terganggu. Makanya, kami bersama warga rutin melakukan pembersihan agar air bisa mengalir dengan baik,” ujar Serma Asdar sembari mengawasi pembersihan.

Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini sejalan dengan program ketahanan pangan yang digaungkan pemerintah.

Babinsa sebagai ujung tombak di lapangan tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga memastikan kesejahteraan masyarakat, terutama para petani, terus meningkat.

Di tengah derasnya modernisasi, semangat gotong royong tetap menjadi solusi ampuh dalam mengatasi permasalahan di lingkungan.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata.

“Kami senang Babinsa turun langsung membantu. Dengan begini, petani semakin semangat, karena ada yang peduli dengan kondisi sawah kami,” ungkap salah satu petani yang turut serta dalam kerja bakti.

Tak hanya membersihkan irigasi, Babinsa juga mengedukasi warga tentang pentingnya menjaga kebersihan saluran air agar tak mudah tersumbat.

Dengan kesadaran bersama, diharapkan irigasi bisa tetap terjaga tanpa harus menunggu terjadi masalah baru bergerak membersihkan.

Kerja bakti ini bukan hanya sekadar rutinitas, melainkan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan pertanian di Watang Pulu.

Jika irigasi terus terjaga, hasil panen akan meningkat, yang pada akhirnya mendukung ketahanan pangan di wilayah tersebut.

“Kami ingin petani di Watang Pulu terus berkembang. Dengan irigasi yang bersih dan lancar, panen mereka bisa lebih maksimal. Ini bukan sekadar kerja bakti biasa, tapi langkah nyata untuk mendukung ketahanan pangan,” pungkas Serma Asdar.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan, Babinsa dan warga Watang Pulu telah membuktikan bahwa langkah kecil seperti membersihkan irigasi bisa membawa dampak besar bagi kehidupan petani. (*)