JURNALPOLRI.MY.ID, Maros – Suasana di Masjid As Salam, Perumahan Bumi Findaria Mas 2, Jumat (4/4/2025), pagi itu terasa berbeda.

Bukan hanya lantunan doa yang bergema, tapi juga suara-suara dari hati warga yang selama ini mungkin tak sempat tersampaikan.

Program Jumat Curhat kembali hadir, menjadi ruang terbuka antara masyarakat dan aparat keamanan.

Di bawah naungan teduh masjid, warga Moncongloe duduk bersila berdampingan dengan jajaran aparat TNI-Polri, Forkopimda, dan tokoh masyarakat. Tidak ada jarak, tidak ada sekat. Yang ada hanyalah kemauan untuk mendengar dan didengar.

Program ini dipimpin oleh Kabag Log Polres Maros, Kompol Asgar, S.H., M.H., mewakili Kapolda Sulsel.

Turut hadir pula Anggota DPRD Provinsi Sulsel H. Havid S. Fasha, S.H., anggota DPRD Kabupaten Maros Sah Munir, Camat Moncongloe, Kapolsek, Kasat Binmas, kepala KUA, para kepala desa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh agama dan pemuda setempat.

“Terima kasih kepada seluruh elemen di Moncongloe atas semangatnya menghadirkan Jumat Curhat ini. Ini bukan sekadar forum, tapi wadah silaturahmi dan solusi bersama,” ujar Kompol Asgar dalam sambutannya.

Dan benar saja, curahan hati pun mengalir deras. Dari permintaan pemasangan CCTV di jalan poros Moncongloe demi mencegah kriminalitas, hingga keluhan tentang drainase mampet dan tumpukan sampah yang sudah lama mengganggu kenyamanan warga.

“Kalau bisa, kita minta bantuan CCTV di jalan poros. Biar kita lebih aman, Pak,” ungkap H. Havid yang langsung diamini warga lainnya.

Keluhan juga datang dari Bapak Fahrul, tokoh masyarakat, soal saluran air di Perumahan Rachita.

“Mohon disampaikan, karena kalau hujan deras, air tergenang dan bikin warga khawatir,” ucapnya.

Sementara itu, Pak Arman mengeluhkan soal sampah.

“Tumpukan sampah di depan Moncongloe Mas itu Pak, baunya menyengat. Kami butuh solusi nyata,” katanya sambil menghela napas.

Namun mungkin yang paling menyentuh datang dari Bapak Noneng, yang dengan nada khawatir melaporkan seringnya muncul orang-orang tak dikenal di sekitar lingkungan.

“Kami cemas, Pak. Takutnya itu pelaku begal. Malam-malam keluyuran, mencurigakan,” ujarnya.

Yang menarik, setiap keluhan tak dibiarkan menggantung. Kapolsek Moncongloe, Ipda Askar, dengan sigap merespons satu per satu aduan.

“Kami tidak tinggal diam. Patroli akan kami perluas, terutama di jam-jam rawan. Dan kalau ada yang mencurigakan, tolong lapor. Jangan takut. Kita semua bertanggung jawab menjaga kampung ini,” katanya, penuh keyakinan.

Sementara Kompol Asgar menegaskan bahwa aspirasi terkait CCTV akan disampaikan ke pimpinan.

“Akan kami usulkan. Tapi sambil itu, penguatan patroli tetap kami jalankan.”

Warga pun menyambut positif langkah-langkah responsif ini. Beberapa bahkan sempat menyalami aparat seusai acara, sebagai tanda dukungan dan apresiasi.

“Saya senang, Pak Polisi sekarang mau dengar. Biasanya masyarakat takut bicara,” ucap seorang ibu yang hadir.

Program Jumat Curhat sendiri merupakan inisiatif dari Kapolri sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan institusi Polri.

Di Moncongloe, jembatan itu terasa benar-benar nyata—dibangun di atas niat baik, dan dilandasi semangat saling percaya.

Ketika masyarakat berani menyampaikan, dan aparat dengan rendah hati mendengar serta bertindak—di situlah kepercayaan publik tumbuh.

Dan itulah yang sedang dirawat di Moncongloe, satu Jumat, satu curahan hati, satu perubahan kecil yang berarti.

Briptu_fachry