JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Matahari belum tinggi ketika langkah-langkah semangat mulai memadati kawasan Expose Jalan Lanto Dg Pasewang, Pangkajene, Minggu pagi (6/4/2025).

Setelah jeda sebulan selama Ramadhan, Car Free Day (CFD) kembali hadir menyapa masyarakat Sidenreng Rappang (Sidrap) dengan semangat baru, udara segar, dan tawa kebersamaan.

Dari ujung ke ujung, suasana jalan berubah menjadi ruang terbuka untuk semua usia. Anak-anak berlarian riang, remaja sibuk berswafoto, ibu-ibu berdansa mengikuti irama senam massal, dan para pedagang UMKM berjajar menawarkan aneka jajanan khas yang menggoda selera.

“Kami sudah rindu CFD ini, Pak. Rasanya seperti momen lepas rindu setelah Ramadhan,” ujar Ibu Riska, seorang warga yang datang bersama keluarganya.

Tak hanya menjadi ajang olahraga dan rekreasi, CFD juga kembali menjadi ruang silaturahmi. Senyum menyapa senyum, sapa mengganti sekat, dan yang paling terasa: semua orang tampak nyaman. Namun kenyamanan itu tak terjadi begitu saja.

Di balik kelancaran acara, puluhan personel dari Polres Sidrap dan jajaran Polsek sigap hadir. Mereka menyebar di titik-titik strategis—mengatur lalu lintas, menjaga ketertiban, dan bahkan ikut berjalan kaki menyusuri keramaian, sembari menyapa warga dengan ramah.

“Ini bentuk pelayanan kami. Kami ingin masyarakat merasa aman, tertib, dan nyaman selama CFD berlangsung,” ujar Kabag Ops Polres Sidrap, KOMPOL Galigo Suriyadi, mewakili Kapolres Sidrap AKBP Dr. Fantry Taherong, S.H., S.I.K.

Tak hanya menjaga, aparat juga aktif memberikan edukasi. “Kami imbau warga agar tertib berlalu lintas, jangan parkir sembarangan, dan tetap jaga keselamatan,” tambah Galigo.

Warga menyambut baik kehadiran aparat yang tak sekadar menjaga, tapi juga terasa dekat.

“Pak polisinya ramah-ramah. Tadi bantu atur lalu lintas di depan lokasi senam, jadi kami bisa leluasa,” tutur Pak Anwar, seorang pedagang minuman segar.

Car Free Day di Sidrap bukan hanya tentang bebas kendaraan. Ia telah menjelma jadi panggung kebersamaan—ruang untuk bernafas lebih lega, berbagi cerita, hingga memperkenalkan produk UMKM lokal yang perlahan kembali bangkit pasca pandemi dan Ramadhan.

“Momentum pasca-Ramadhan ini sangat penting untuk kita manfaatkan. Selain jaga kesehatan, CFD juga bisa jadi ajang mempererat silaturahmi,” tutup Kompol Galigo dengan senyum.

Dengan dukungan penuh dari aparat dan semangat partisipasi warga, CFD di Sidrap tak hanya bangkit kembali—ia tumbuh menjadi simbol sinergi antara keamanan, kesehatan, dan kebersamaan. Dan setiap langkah di pagi itu, seolah membawa pesan sederhana namun bermakna: bahwa jalanan bisa menjadi rumah yang ramah, jika dijaga bersama. (*)