JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Senin pagi, 7 April 2024, di Lapangan Makodim 1420/Sidrap, suasana terasa berbeda. Sinar matahari yang hangat membalut barisan rapi prajurit berseragam loreng dan PNS berseragam hijau.

Aroma Lebaran masih pekat terasa, meski sebagian wajah mulai fokus kembali pada tanggung jawab kedinasan.

Di tengah keakraban itulah, Kodim 1420/Sidrap menggelar apel pengecekan personel usai cuti Gelombang I, sekaligus melepas personel Gelombang II yang akan menikmati masa libur Lebaran Idulfitri 1446 H/2025 M.

Tak hanya itu, momen spesial ini turut dirangkai dengan Halal Bihalal, mempererat tali silaturahmi antar anggota di tengah suasana penuh kehangatan.

Dipimpin oleh Mayor Inf Wahyudi, S.E., selaku Kasdim 1420/Sidrap, kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan penguatan nilai-nilai kebersamaan di lingkungan satuan.

Dalam amanatnya, Mayor Wahyudi tidak hanya menyampaikan pesan-pesan formal. Dengan gaya yang tenang namun tegas, ia mengingatkan personel yang hendak cuti untuk menjaga tanggung jawab sebagai prajurit.

“Lengkapi surat-surat kendaraan, hindari pelanggaran sekecil apa pun. Tetap jaga nama baik satuan dan kendalikan diri di manapun kalian berada,” ujar Kasdim, suaranya menggema di tengah lapangan Makodim yang rindang.

Tak hanya soal kelengkapan administrasi, beliau juga menekankan pentingnya perencanaan perjalanan yang matang serta pengamanan rumah sebelum ditinggalkan.

Keselamatan, katanya, adalah harga mahal yang harus dijaga oleh setiap insan berseragam.

Lebih dari sekadar cuti, Mayor Wahyudi juga menekankan bahwa masa libur ini adalah waktu terbaik untuk merajut kembali kehangatan keluarga dan masyarakat.

Ia mengajak seluruh personel untuk menjadikan momen Lebaran sebagai ajang memperkuat jalinan silaturahmi dan menumbuhkan kembali semangat pengabdian.

“Gunakan waktu sebaik-baiknya untuk keluarga. Tapi tetap jaga lingkungan sekitar, dan jika ada hal-hal yang menonjol selama cuti, jangan ragu untuk segera melapor,” tegasnya dengan nada penuh tanggung jawab.

Usai apel, suasana berubah menjadi lebih cair. Satu per satu personel berbaris untuk berjabat tangan, saling memaafkan dalam nuansa Halal Bihalal yang sederhana namun sarat makna.

Tak ada sekat antara perwira dan bintara, antara staf dan komando. Semua larut dalam semangat Lebaran: saling menerima, saling menguatkan.

Canda kecil pun mewarnai pertemuan itu. Beberapa anggota yang baru kembali dari kampung halaman tampak membawa oleh-oleh ringan yang langsung menjadi bahan obrolan hangat di sela-sela jabat tangan.

Ada senyum lebar, ada pelukan hangat, dan ada rasa persaudaraan yang makin tumbuh dari barak ke barak.

Momen seperti ini mengingatkan kita bahwa prajurit bukan hanya pelindung negara, tapi juga manusia yang punya keluarga, kampung halaman, dan rasa.

Dan di balik seragam yang tegap itu, tersimpan rindu dan cinta yang tak kalah besar untuk rumah dan tanah kelahiran.

Apel pagi itu pun ditutup dengan penuh kekhidmatan sekitar pukul 08.30 WITA. Tidak ada yang tergesa. Semuanya berjalan tertib, aman, dan mengalir dalam kehangatan yang khas hanya hadir usai Idulfitri.

Di Makodim 1420/Sidrap pagi itu, cuti bukan hanya sekadar izin meninggalkan dinas. Ia adalah ruang jeda untuk kembali menjadi bagian dari keluarga, masyarakat, dan kemanusiaan.

Dan ketika waktunya tiba, mereka akan kembali—lebih siap, lebih segar, dan lebih kuat dalam mengabdi. (*)