JURNALPOLRI.MY.ID, Jakarta – Arus mudik dan balik Lebaran 2025 telah usai, dan apresiasi pun mulai berdatangan.
Salah satunya dari Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al Washliyah (PP GPA) yang menilai Polri sukses mengawal agenda nasional tahunan ini dengan rapi dan profesional.
Ketua Umum PP GPA, Aminullah Siagian, mengungkapkan pujian khusus kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan seluruh jajaran kepolisian yang dianggap sigap dan tak kenal lelah dalam menjaga kelancaran dan keamanan mudik Lebaran tahun ini.
“Kerja sigap dan tanpa lelah dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit dalam mengawal mudik Lebaran 2025 patut kita apresiasi,” ujar Aminullah dalam keterangan resminya, Senin (14/4/2025).
Ia menyadari, dengan jutaan kendaraan yang bergerak serentak selama libur Idulfitri 1446 H, kemacetan nyaris tak bisa dihindari.
Namun, menurutnya, rekayasa lalu lintas yang diterapkan Polri bersama stakeholder terkait berhasil mengurai banyak titik padat.
“Kami salut atas berbagai strategi rekayasa lalu lintas yang diterapkan, seperti contraflow, sistem ganjil-genap, dan one way. Semua itu sangat membantu mencegah kemacetan panjang,” lanjutnya.
Lebih dari itu, Aminullah juga menyoroti dedikasi para personel Polri yang tetap siaga penuh di lapangan meski libur Lebaran sedang berlangsung. Bagi dia, pengorbanan itu bukan hal sepele.
“Para polisi yang tidak pulang kampung demi masyarakat, itu bentuk pengabdian luar biasa. Mereka layak mendapat penghargaan moral dari kita semua,” tegasnya.
Tak hanya pengamanan manual di lapangan, pengawasan mudik tahun ini juga didukung teknologi canggih.
Polri mengandalkan pemantauan berbasis CCTV, body worn camera, dan sistem navigasi GPS kendaraan dinas untuk memantau pergerakan lalu lintas secara real-time.
Tak berhenti di situ, Polri juga menerapkan sistem digital seperti e-Turjawali dan Integrated Road Safety Management System untuk mendukung patroli dan pengendalian lalu lintas berbasis data.
Hasilnya? Berdasarkan data Korlantas Polri, angka kecelakaan lalu lintas selama mudik dan balik 2025 turun hingga 30 persen dibanding tahun lalu.
Penurunan ini dianggap sebagai kombinasi dari penegakan hukum yang tegas, teknologi pengawasan yang presisi, dan meningkatnya kesadaran pengendara.
“Ini adalah bukti nyata bahwa koordinasi dan inovasi bisa menyelamatkan nyawa dan membuat perjalanan Lebaran lebih aman,” tutup Aminullah.
Apresiasi dari GPA menambah daftar panjang dukungan publik terhadap langkah-langkah modernisasi yang dilakukan Polri.
Di tengah tantangan mobilitas tahunan yang luar biasa padat, kerja cerdas dan tuntas dari aparat keamanan terbukti jadi kunci utama kelancaran mudik 2025. (*)















