“Beliau Sudah Paham Seluk-Beluk Wilayah Ini. Saatnya Diberi Amanah Lebih Besar.” — Tokoh Masyarakat Tinggimoncong

“Pengabdian 13 tahun di wilayah terpencil bukan perkara mudah. Kami berharap Pemda Gowa memberi apresiasi nyata: promosi jabatan.”

TINGGIMONCONG, GOWA – SULAWESI SELATAN, 5 Mei 2026

Sosok Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Tinggimoncong, Muh Anzhary Haris, S.STP, kini menjadi sorotan hangat di tengah masyarakat Dataran Tinggi Kabupaten Gowa. Bukan karena kontroversi, melainkan karena dedikasi luar biasa selama 13 tahun berturut-turut mengabdi di wilayah strategis pariwisata sejarah dan pertanian ini.

Masyarakat setempat secara terbuka menyatakan harapan agar Bupati Gowa serta jajaran tim penilai kinerja ASN mempertimbangkan promosi jabatan bagi sang Sekcam sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas, kerja keras, dan penguasaan teritorial yang tak tergantikan.

PROFIL SEKCAM YANG DIANGGAP “JEMBATAN” ANTARA PEMERINTAH & RAKYAT

Selama lebih dari satu dekade, Muh Anzhary Haris dikenal sebagai figur birokrat yang memiliki penguasaan teritorial sangat kuat. Ia mampu menjembatani kebijakan pemerintah daerah dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan — mulai dari penanganan infrastruktur dasar, pendampingan petani, hingga fasilitasi akses layanan kesehatan dan pendidikan di dusun-dusun terpencil.

“Sebagai wilayah dataran tinggi dengan kondisi geografis sulit, Tinggimoncong membutuhkan stabilitas birokrasi. Dan beliau adalah sosok yang sudah paham seluk-beluk wilayah ini,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya.

Ia menambahkan bahwa Sekcam tersebut tidak pernah mengeluh meski jabatannya stagnan selama belasan tahun.

“Kami lihat sendiri bagaimana beliau turun langsung ke sawah, ke pasar, ke posko bencana. Tidak ada jarak antara dia dan rakyat. Itu langka di era sekarang.”

💬 SUARA TOKOH MASYARAKAT: “INI BUKAN HANYA APRESIASI PRIBADI, TAPI MOTIVASI BAGI ASN LAINNYA”

Beberapa tokoh masyarakat dan mantan perangkat desa di Tinggimoncong secara kolektif menyampaikan aspirasi mereka melalui surat terbuka dan pertemuan informal dengan perwakilan Pemkab Gowa.

“Promosi ini penting bukan hanya sebagai penghargaan pribadi, tapi juga sebagai motivasi bagi ASN lainnya di lingkup Pemkab Gowa bahwa kerja keras dan loyalitas di wilayah terpencil mendapatkan perhatian serius dari pimpinan,” tegas seorang tokoh adat setempat.

Mereka menilai bahwa sistem mutasi dan promosi saat ini cenderung berbasis pada kedekatan politik atau rotasi rutin, bukan pada rekam jejak kinerja nyata dan pengabdian jangka panjang.

️ ANALISIS JURNAL POLRI: PROMOSI BERBASIS MERITOKRASI ADALAH KUNCI STABILITAS BIROKRASI DAERAH

Sebagai media yang konsisten mengawal integritas aparatur sipil negara, Jurnal Polri menilai bahwa kasus Sekcam Tinggimoncong ini merupakan contoh nyata pentingnya sistem promosi berbasis meritokrasi dalam birokrasi daerah.

Jika ASN yang berkinerja baik dan loyal di daerah terpencil terus dibiarkan tanpa apresiasi karier, maka:

Motivasi kerja akan menurun

Potensi brain drain (kepergian SDM berkualitas) meningkat

Kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan erosi

Oleh karena itu, Jurnal Polri menyerukan:

Bupati Gowa segera evaluasi ulang sistem penilaian kinerja ASN di wilayah terpencil

Tim Penilai Kinerja Daerah masukkan faktor “pengabdian jangka panjang” dan “dampak sosial” sebagai bobot utama

Publikasikan daftar calon promosi jabatan secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi

Berikan insentif non-finansial (seperti pelatihan kepemimpinan, studi banding, atau penugasan khusus) bagi ASN berprestasi di daerah sulit

PESAN UNTUK PEMERINTAH KABUPATEN GOWA

Kepada Bupati Gowa dan seluruh jajaran pemangku kepentingan:

Jangan biarkan dedikasi 13 tahun dihargai hanya dengan ucapan terima kasih. Beri amanah yang lebih besar. Karena ketika Anda menghargai loyalitas, Anda membangun budaya kerja yang berkelanjutan.