​PANGKEP – Fenomena investasi bodong berkedok arisan online kian meresahkan hingga ke wilayah pelosok. Kali ini, puluhan warga di Desa Mangilu, Dusun Sela, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, dilaporkan menjadi korban penipuan dengan total kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

​Modus Operandi: Janji Keuntungan Dua Kali Lipat

​Terduga pelaku diketahui berinisial MIR, warga asli Sela Barajongae yang saat ini berdomisili di Maros bersama suaminya, ALN. Pelaku diduga menggunakan tipu daya keuntungan besar untuk menjerat para korban di desa tersebut.

​Salah satu korban,NU, mengungkapkan bahwa arisan ini telah berjalan sejak tahun 2025. Awalnya, mekanisme pencairan berjalan normal layaknya arisan konvensional, namun pelaku kemudian mulai menawarkan sistem “investasi” yang tidak masuk akal.

​”Karena jarang orang menawarkan investasi dalam beberapa bulan bisa dapat dua kali lipat, jadi tergiurlah kami. Awalnya lancar, tapi belakangan pencairan open slot yang biasanya H+1, mulai terhambat sampai dua minggu meski sudah dihubungi,” ujar NU kepada media, Rabu (06/05/2026).

​Daftar Korban dan Estimasi Kerugian

​Hingga saat ini, beberapa nama yang teridentifikasi menjadi korban di antaranya adalah Nu, Ra, Su, dan De. Berdasarkan pendataan mandiri para korban, kerugian ditaksir sangat bervariasi:

​Kategori Menengah: Kerugian berkisar antara Rp10 juta hingga Rp15 juta per orang.

​Kerugian Tertinggi: Salah satu korban melaporkan kehilangan hingga Rp30 juta.

​Secara kumulatif, total kerugian dari puluhan anggota diprediksi akan terus bertambah seiring banyaknya warga yang mulai berani melapor.

​Respons Kepolisian: Laporan Sudah Masuk

​Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Bungoro mengonfirmasi telah menerima laporan resmi dari para korban terkait dugaan tindak pidana penipuan yang dilakukan oleh MIR.

​Petugas SPKT Polsek Bungoro, ARMAN HIDAYAT, membenarkan adanya aduan tersebut. Namun, ia menjelaskan bahwa proses pemeriksaan saat ini sedikit terhambat dikarenakan kondisi kesehatannya.

​”Ada beberapa laporan yang masuk sekitar seminggu lalu. Saat ini saya masih dalam kondisi sakit sehingga belum bisa memproses laporan tersebut secara maksimal. Nanti setelah diperiksa lebih lanjut, perkembangannya akan kami sampaikan kepada rekan media,” jelas Arman Hidayat saat dikonfirmasi via telepon, Rabu (6/5).

​Warga berharap pihak kepolisian segera bertindak tegas mengingat keberadaan pelaku sudah teridentifikasi di wilayah Kabupaten Maros, agar kerugian warga dapat segera ditindaklanjuti secara hukum.

​Penulis: Umar Kabiro Pangkep

Tanggal: 6 Mei 2026

Lokasi: Pangkep, Sulawesi Selatan