SIDRAP, JURNALPOLRI.MY.ID — Kalau ada lomba jalan paling “jujur” di Indonesia, mungkin ruas poros yang menghubungkan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dan Kabupaten Soppeng ini bisa masuk nominasi tanpa perlu seleksi panjang.
Tepatnya di jalur Kota Pangkajene hingga Desa Allakuang, kondisi jalan saat ini lebih mirip “lintasan slalom gratis” daripada jalan penghubung antarwilayah.
Lubang di mana-mana. Bukan satu dua, tapi seperti tersebar merata tanpa diskriminasi.
Pengendara motor harus punya kemampuan ekstra: pandangan tajam, refleks cepat, dan keberuntungan tingkat tinggi.
Salah sedikit, roda masuk lubang, badan ikut terpental. Kalau sudah begitu, bukan lagi perjalanan, tapi lebih seperti “latihan jatuh bangun”.
Begitu pun untuk pengendara mobil, juga sebaiknya jalan pelan-pelan saja. Jika tidak, bunyi “duk-duk” dari kolong mobil pasti terdengar jika masuk lubang
Sekadar diketahui, jalan ini adalah jalan provinsi.
Artinya, statusnya berada di bawah tanggung jawab Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel).
Sayangnya, kondisi di lapangan, yang terasa bukan “jalur penghubung”, melainkan “jalur penuh ekstrem”. Jadi ada baiknya berdoa dulu sebelum melintas.
Warga setempat sudah mulai terbiasa, meski bukan berarti nyaman.
Ada yang menyebutnya “jalan tes kesabaran”, ada juga yang lebih kreatif: “jalan latihan refleks nasional”.
Bahkan sebagian pengendara sudah hafal titik-titik yang harus dihindari, seperti hafal rintangan dalam permainan.
Keluhan pun bukan barang baru.
Namun yang baru adalah tingkat kelelahan warga yang makin terasa. (*)







Tinggalkan Balasan