BANGGAI LAUT – Semangat gotong royong kembali menjadi napas kehidupan di Desa Badumpayan, Kecamatan Banggai Tengah, Kabupaten Banggai Laut. Pada Selasa (13/10/2026), puluhan warga bersama Kepala Desa dan perangkat desa turun langsung ke kawasan mata air untuk memperbaiki bak penampungan serta jaringan pipa distribusi air bersih.

Kegiatan ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan simbol kuat bahwa ketahanan desa dibangun dari kolaborasi nyata antara pemimpin dan rakyatnya.

Yang menarik perhatian, Kepala Desa Badumpayan tidak hanya hadir sebagai pengawas, tetapi turut terlibat aktif di lapangan sebagai bagian dari tim pelaksana.

Kehadiran kepala desa yang ikut mengangkat material dan bekerja berdampingan dengan warga menunjukkan komitmen pemerintah desa yang tidak berjarak dengan aspirasi maupun kebutuhan dasar masyarakat.

Apresiasi Kades: Partisipasi Warga Adalah Kekuatan Pembangunan

Kepala Desa Badumpayan menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh warga yang telah meluangkan waktu dan tenaga demi kelancaran aliran air bersih. Menurutnya, partisipasi sukarela ini adalah bukti kepedulian kolektif yang menjadi fondasi terkuat pembangunan desa.

“Partisipasi masyarakat merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap kebutuhan bersama sekaligus menjadi kekuatan dalam mendukung pembangunan di desa. Semangat kebersamaan seperti ini harus terus kita pelihara, terutama dalam menjaga fasilitas umum yang manfaatnya dirasakan langsung oleh kita semua,” ujar Kepala Desa Badumpayan di lokasi kegiatan.

Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat adalah kunci penyelesaian berbagai permasalahan di tingkat akar rumput. Tanpa dukungan aktif warga, program pemerintah akan sulit berjalan optimal; sebaliknya, tanpa fasilitasi pemerintah, semangat warga butuh arah yang jelas.

Lebih Dari Sekadar Memperbaiki Pipa: Momentum Edukasi Konservasi Mata Air

Perbaikan bak penampungan dan jaringan air bersih ini diharapkan dapat memulihkan kelancaran suplai air dari mata air menuju rumah-rumah warga. Namun, nilai lebih dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran kolektif tentang pentingnya konservasi sumber daya air.

Gotong royong ini menjadi momentum edukasi bahwa menjaga mata air dan infrastrukturnya adalah tanggung jawab bersama. Masyarakat dan pemerintah desa berkomitmen untuk terus bersinergi dalam pemeliharaan berkala, sehingga manfaat air bersih dapat dinikmati secara berkelanjutan oleh generasi mendatang.

Kegiatan di Desa Badumpayan pada 13 Oktober 2026 ini membuktikan bahwa pembangunan desa yang tangguh tidak hanya bergantung pada anggaran atau instruksi dari atas, tetapi lahir dari tangan-tangan warganya sendiri. Dengan semangat kebersamaan yang tulus, fasilitas air bersih di Badumpayan kini bukan lagi sekadar infrastruktur, melainkan warisan gotong royong yang hidup dan bernapas.

 

REPORTER: SUSANTO

(Tim Redaksi / JURNALPOLRI.MY.ID)