Parepare, Jurnalpolri.my.id — Drama panjang tersaji di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Senin (21/9/2026).

Sidrap United harus mengubur ambisi mempertahankan gelar Piala Gubernur Sulawesi Selatan 2026 setelah ditaklukkan Bone melalui drama adu penalti.

Pertarungan kedua tim berlangsung sengit sejak menit awal.

Jual beli serangan terjadi. Sidrap United datang dengan ambisi besar, sementara Bone berusaha merebut trofi dari tangan sang juara bertahan.

Namun, hingga babak pertama berakhir, tidak ada gol yang tercipta.

Skor 0-0 membuat tensi pertandingan semakin tinggi.

Memasuki babak kedua, pertandingan berubah semakin panas.

Bone mampu membuka keunggulan lebih dahulu melalui serangan balik. Sidrap United yang tertinggal langsung meningkatkan tekanan.

Perlawanan Laskar Ganggawa akhirnya membuahkan hasil.

Sidrap United berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui Anugrah Mundo setelah memanfaatkan kemelut di area pertahanan Bone.

Kedudukan kembali imbang.

Namun, pertandingan belum benar-benar selesai.

Kedua tim terus mencari gol kemenangan. Sidrap United bahkan beberapa kali menekan pertahanan Bone.

Situasi semakin menegangkan setelah kedua tim sama-sama harus bermain dengan 10 pemain akibat kartu merah dari akumulasi kartu kuning.

Waktu terus berjalan.

Gol tambahan yang ditunggu tidak kunjung datang.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 1-1.

Karena laga langsung ditentukan melalui adu penalti, perhatian seluruh stadion beralih ke titik putih.

Di sinilah nasib kedua tim benar-benar ditentukan.

Setiap tendangan membawa tekanan besar. Satu kesalahan bisa mengubah seluruh cerita final.

Bone akhirnya lebih tenang di babak tos-tosan.

Mereka menuntaskan adu penalti dengan kemenangan 5-4 atas Sidrap United.

Trofi pun berpindah tangan.

Bone keluar sebagai juara Piala Gubernur Sulawesi Selatan 2026, sementara Sidrap United harus puas menjadi runner-up.

Kekalahan itu terasa semakin pahit bagi Sidrap karena mereka datang ke final dengan status juara bertahan.

Namun, perjalanan Sidrap United hingga partai puncak tetap menjadi catatan penting.

Di tengah tekanan final, Laskar Ganggawa mampu bangkit setelah tertinggal dan memaksakan skor menjadi 1-1.

Hanya saja, drama terakhir di titik putih tidak berpihak kepada mereka.

Stadion Gelora BJ Habibie akhirnya menjadi saksi lahirnya juara baru Piala Gubernur Sulsel 2026.

Bone berpesta.

Sidrap United pulang membawa status runner-up dan cerita tentang final yang harus ditentukan sampai tendangan penalti terakhir. (*)