BANGGAI LAUT – 21 OKTOBER 2026 -Kondisi produksi air bersih Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PERUMDAM) Paisu Moute, Kabupaten Banggai Laut, dilaporkan berada dalam kondisi kritis. Penurunan debit air yang mencapai 80 persen berdampak pada terganggunya pelayanan distribusi air bersih di sejumlah desa dan kelurahan.
Informasi tersebut disampaikan melalui laporan kondisi produksi air PERUMDAM Paisu Moute. Dalam laporan itu disebutkan, sejumlah wilayah bahkan sudah tidak dapat terlayani melalui sistem perpipaan, sementara wilayah lainnya mengalami gangguan distribusi air bersih.
Adapun wilayah yang dilaporkan terdampak meliputi Desa Mansalean, Desa Monsongan, Desa Matanga dengan tingkat dampak sekitar 80 persen, Kelurahan Lompio khususnya Lonas Pante dan Jalan Pattimura, serta sebagian wilayah Kelurahan Tano Bonunungan.
Selain itu, gangguan pelayanan juga dilaporkan terjadi di Desa Timbong pada wilayah pelayanan PERUMDA ATM, Kelurahan Dodung yang meliputi Jalan Cumi-Cumi, R. Tadja, Keramat dan Lioulaing, serta Desa Dangkalan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Apabila gangguan berlangsung dalam waktu lama, aktivitas rumah tangga dan kebutuhan warga sehari-hari berpotensi ikut terganggu.
Kepemimpinan dan Manajemen PERUMDAM Jadi Perhatian
Situasi ini juga memunculkan perhatian terhadap pentingnya kepemimpinan yang profesional dalam mengelola perusahaan daerah penyedia layanan air bersih. PERUMDAM Paisu Moute membutuhkan seorang pemimpin yang mumpuni, berpengalaman, serta memahami birokrasi pemerintahan daerah agar mampu menjalankan manajemen perusahaan secara efektif.
Pemimpin perusahaan daerah tidak hanya dituntut memiliki kemampuan administrasi dan tata kelola keuangan yang baik, tetapi juga harus memahami aspek teknis operasional, mulai dari pengelolaan sumber air baku, proses produksi, pemeliharaan jaringan perpipaan, hingga penanganan gangguan distribusi kepada pelanggan.
Kemampuan mengintegrasikan aspek administrasi, teknis, dan pelayanan publik menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan operasional perusahaan daerah. Terlebih, persoalan air bersih menyangkut kebutuhan mendasar masyarakat yang memerlukan penanganan cepat, terukur, dan berkelanjutan.
Pengalaman dalam birokrasi pemerintahan daerah juga dapat menjadi nilai tambah, terutama dalam membangun koordinasi dengan pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah terkait, serta pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung peningkatan pelayanan air bersih.
Karena itu, penentuan pimpinan PERUMDAM Paisu Moute perlu mempertimbangkan kompetensi, integritas, pengalaman manajerial, serta pemahaman terhadap persoalan teknis penyediaan air bersih. Dengan demikian, perusahaan daerah diharapkan mampu menjalankan fungsi pelayanan publik sekaligus mengelola operasionalnya secara profesional.
Di tengah kondisi produksi yang dilaporkan mengalami penurunan signifikan, masyarakat tentu membutuhkan penjelasan mengenai penyebab berkurangnya debit air, langkah penanganan yang sedang dilakukan, serta target pemulihan distribusi di wilayah terdampak.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti penurunan debit produksi, langkah teknis yang telah dilakukan, dan perkiraan waktu pemulihan pelayanan masih perlu dikonfirmasi kepada pihak PERUMDAM Paisu Moute.
Pemerintah daerah bersama manajemen PERUMDAM diharapkan dapat segera mengambil langkah konkret agar pelayanan air bersih kepada masyarakat kembali berjalan optimal.
REPORTER: SUSANTO
JURNALPOLRI.MY.ID BERANI MENGUNGKAP BERANI FAKTA







Tinggalkan Balasan