Warga Keluhkan Sulitnya Mendapatkan Pertalite dan LPG 3 Kg, Dampak Kelangkaan Mulai Dirasakan Masyarakat Tompobulu
GOWA — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram kembali menjadi sorotan masyarakat di Kelurahan Malakaji, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan BBM jenis Pertalite maupun LPG 3 kilogram. Kondisi tersebut disebut berdampak langsung terhadap aktivitas dan kebutuhan sehari-hari warga.
Yang menjadi perhatian, harga Pertalite di tingkat masyarakat disebut dapat mencapai sekitar Rp25 ribu per liter, sementara LPG 3 kilogram disebut mencapai sekitar Rp45 ribu per tabung.
Jika kondisi tersebut benar terjadi secara luas, angka itu tentu menjadi persoalan serius karena masyarakat harus mengeluarkan biaya jauh lebih besar untuk memenuhi kebutuhan dasar.
BBM DAN GAS SAMA-SAMA SULIT, WARGA BERTANYA
BBM bukan sekadar kebutuhan kendaraan. Bagi masyarakat di wilayah pedesaan dan pegunungan, BBM juga berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi, transportasi, distribusi hasil pertanian, hingga mobilitas anak sekolah dan pekerja.
Begitu pula LPG 3 kilogram yang menjadi kebutuhan rumah tangga. Ketika pasokan sulit diperoleh dan harga di tingkat konsumen meningkat, masyarakat berpenghasilan rendah menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.
Warga pun mempertanyakan bagaimana sebenarnya mekanisme distribusi BBM dan LPG 3 kilogram hingga ke wilayah Kelurahan Malakaji.
Apakah persoalannya berada pada pasokan? Distribusi? Pengawasan di tingkat pangkalan dan pengecer? Atau ada faktor lain yang menyebabkan harga di masyarakat melonjak?
PEMERINTAH DAN PIHAK TERKAIT DIMINTA BUKA DATA
Kondisi ini seharusnya tidak hanya dilihat sebagai persoalan harga, tetapi juga menyangkut ketersediaan dan pengawasan distribusi barang yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Gowa bersama instansi terkait, termasuk pihak yang memiliki kewenangan dalam pengawasan distribusi BBM dan LPG bersubsidi, perlu turun langsung untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.
Berapa pasokan yang masuk ke Malakaji?
Berapa jumlah pangkalan LPG 3 kilogram yang aktif?
Berapa harga resmi yang seharusnya dibayar masyarakat?
Dan apakah distribusi Pertalite serta LPG 3 kilogram benar-benar sampai kepada masyarakat sesuai ketentuan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting dijawab secara terbuka agar masyarakat tidak terus berada dalam ketidakpastian.
JANGAN SAMPAI WARGA KECIL KEMBALI MENJADI KORBAN
Kelangkaan kebutuhan dasar tidak boleh dibiarkan menjadi persoalan yang berulang. Pemerintah harus memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap BBM dan LPG sesuai ketentuan dan harga yang berlaku.
JURNALPOLRI.MY.ID MENYOROT: jika benar Pertalite di Malakaji mencapai Rp25 ribu per liter dan LPG 3 kilogram mencapai Rp45 ribu per tabung, maka kondisi tersebut patut segera ditelusuri oleh pihak berwenang.
Bukan untuk mencari siapa yang harus disalahkan, tetapi untuk memastikan ke mana sebenarnya alur distribusi berjalan dan mengapa masyarakat harus membayar begitu mahal.
Warga menunggu tindakan, bukan sekadar penjelasan.
JURNALPOLRI.MY.ID — BERANI MENGUNGKAP FAKTA







Tinggalkan Balasan