Akses Karalloe Memprihatinkan, Pelajar dan Perekonomian Warga Terdampak — Kaling Campagaya Juga Disorot
GOWA — Wakil Redaksi JURNALPOLRI.MY.ID, RISWANSYAH, menyoroti kinerja Pemerintah Kelurahan Malakaji, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, menyusul berbagai keluhan masyarakat mengenai akses jalan dan perhatian terhadap kondisi lingkungan.
Sorotan masyarakat terutama tertuju pada masa kepemimpinan Lurah Malakaji yang disebut telah menjabat sekitar 9 tahun.
Masyarakat mempertanyakan sejauh mana program dan kinerja pemerintah kelurahan yang benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh warga.
“Sudah sekitar 9 tahun menjabat, apa saja yang sudah dilakukan untuk Malakaji?” Pertanyaan tersebut menjadi sorotan yang perlu dijawab secara terbuka oleh pihak kelurahan.
AKSES KARALLOE SEMAKIN MEMPRIHATINKAN
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kondisi akses jalan Karalloe, yang menjadi jalur penghubung masyarakat dari Desa Rappoala menuju Desa Rappolemba.
Menurut keluhan warga, kondisi jalan saat ini semakin memprihatinkan dan pada bagian tertentu disebut sudah sulit dilalui kendaraan roda dua.
Padahal, jalur tersebut digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas, termasuk oleh pelajar MTs, MAN hingga SMA.
Kondisi jalan yang sulit dilalui tentu menjadi persoalan serius. Anak-anak sekolah harus menggunakan akses tersebut, sementara masyarakat juga mengandalkan jalur itu untuk aktivitas ekonomi dan kebutuhan sehari-hari.
Jika akses transportasi terganggu, maka yang terdampak bukan hanya mobilitas warga, tetapi juga aktivitas pendidikan dan perekonomian masyarakat.
BUKA AKSES ATAU BIARKAN WARGA TERISOLASI?
Pemerintah seharusnya hadir untuk membuka, memperbaiki dan menjaga akses masyarakat, bukan membiarkan jalur vital semakin sulit digunakan.
Karena itu, warga mempertanyakan:
Apakah kondisi jalan Karalloe sudah diketahui pihak Kelurahan Malakaji?
Jika sudah diketahui, langkah konkret apa yang telah dilakukan?
Dan jika belum ditangani, apa alasan pemerintah belum mengambil langkah?
Pertanyaan tersebut patut dijawab secara terbuka agar masyarakat tidak terus berada dalam ketidakpastian.
KELURAHAN DINILAI “MATI SURI”
Tidak hanya persoalan jalan.
Masyarakat juga mengeluhkan perhatian pemerintah terhadap kondisi lingkungan Kelurahan Malakaji yang dinilai masih minim.
Kelurahan bahkan disebut warga seperti “mati suri”, terutama dalam hal kepedulian terhadap lingkungan dan persoalan yang berpotensi muncul menjelang musim hujan.
Padahal, langkah antisipasi seharusnya dilakukan sebelum persoalan menjadi lebih besar.
Pemerintah kelurahan bersama kepala lingkungan semestinya turun langsung memantau kondisi jalan, saluran air, lingkungan permukiman dan titik-titik yang berpotensi menimbulkan masalah bagi masyarakat.
Jangan menunggu warga menjadi korban baru pemerintah bergerak.
KALING CAMPAGAYA IKUT DISOROT
Sorotan masyarakat juga diarahkan kepada Kepala Lingkungan Campagaya.
Sejumlah warga menilai respons terhadap persoalan di lingkungan mereka masih lamban atau “lelet”. Namun penilaian tersebut tentu perlu dikonfirmasi kepada pihak yang bersangkutan.
Pertanyaannya:
Apakah laporan dan keluhan masyarakat selama ini sudah diteruskan kepada pemerintah kelurahan?
Apa langkah yang sudah dilakukan Kepala Lingkungan Campagaya ketika menemukan persoalan di wilayahnya?
Dan bagaimana bentuk koordinasi dengan Lurah Malakaji untuk menyelesaikan persoalan tersebut?
Jangan sampai persoalan di tingkat lingkungan hanya berhenti pada laporan, sementara masyarakat tetap menunggu tindakan nyata.
9 TAHUN BUKAN WAKTU YANG SINGKAT
Sembilan tahun bukanlah waktu yang sebentar.
Dalam rentang waktu tersebut, masyarakat tentu berharap ada perubahan, pembenahan, pelayanan dan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya.
Karena itu, sorotan ini bukan sekadar mempertanyakan jabatan, tetapi mempertanyakan hasil kerja yang dapat dilihat dan dirasakan masyarakat.
Apa yang sudah dibangun?
Apa yang sudah diperbaiki?
Apa solusi untuk akses Karalloe?
Apa langkah menghadapi musim hujan?
Dan sejauh mana Kepala Lingkungan Campagaya menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat?
JURNALPOLRI.MY.ID MEMBUKA RUANG KLARIFIKASI
Wakil Redaksi JURNALPOLRI.MY.ID, RISWANSYAH, menegaskan bahwa sorotan ini merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial berdasarkan keluhan masyarakat.
JURNALPOLRI.MY.ID membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi Lurah Malakaji, khususnya Kepala Lingkungan Campagaya, Pemerintah Kecamatan Tompobulu, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan dan menyampaikan langkah konkret yang telah atau akan dilakukan.
Sebab, masyarakat berhak mendapatkan jawaban.
Kritik bukan untuk menjatuhkan. Kritik adalah alarm agar pemerintah kembali melihat persoalan yang sedang dirasakan masyarakat.
JURNALPOLRI.MY.ID MENYOROT — 9 TAHUN MENJABAT, WARGA MENUNGGU BUKTI KINERJA, BUKAN SEKADAR JANJI.







Tinggalkan Balasan