Antrean Mengular, Kendaraan Pribadi dan Mobil Modifikasi Diduga Mendominasi Pengisian BBM Bersubsidi

RAHA, SULAWESI TENGGARA — 8 September 2026 — Persoalan antrean panjang pengisian BBM bersubsidi jenis Pertalite kembali menjadi sorotan. Tim JURNALPOLRI.MY.ID menelusuri kondisi di SPBU 74.936.06, Jalan By Pass Raha, dan menemukan situasi yang menimbulkan sejumlah pertanyaan serius terkait pengawasan serta dugaan praktik pelangsiran BBM bersubsidi.

Pantauan tim di lokasi menunjukkan antrean kendaraan cukup panjang. Sejumlah kendaraan pribadi hingga kendaraan yang diduga telah dimodifikasi tampak ikut melakukan pengisian BBM.

Kondisi tersebut diduga membuat antrean semakin panjang dan tidak beraturan. Yang menjadi sorotan, aktivitas pengisian oleh kendaraan yang diduga melakukan pelangsiran disebut-sebut berlangsung berulang, sementara masyarakat yang hendak membeli BBM dalam jumlah terbatas harus rela menunggu cukup lama.

Salah seorang pengemudi yang ditemui di lokasi mengeluhkan kondisi tersebut.

“Saya cuma mau isi Rp300 ribu, tetapi sudah berjam-jam mengantre. Yang terlihat justru pelangsir seperti lebih diutamakan,” ujarnya kepada tim JURNALPOLRI.MY.ID.

PERTANYAANNYA: DI MANA PENGAWASAN?

Situasi ini memunculkan pertanyaan publik: apakah pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi di SPBU tersebut berjalan sebagaimana mestinya?

Tim JURNALPOLRI.MY.ID juga mempertanyakan keberadaan petugas pengawasan di lokasi. Berdasarkan pantauan saat tim berada di lapangan, tidak terlihat petugas aparat yang melakukan pengamanan atau pengawasan secara langsung terhadap antrean tersebut.

Jika benar terdapat kendaraan yang melakukan pengisian BBM secara berulang dengan pola pelangsiran, maka kondisi tersebut patut mendapatkan perhatian serius dari pihak terkait.

BBM bersubsidi pada prinsipnya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak. Jangan sampai masyarakat yang datang untuk memenuhi kebutuhan kendaraannya justru harus menghabiskan waktu berjam-jam karena antrean didominasi oleh kendaraan yang diduga melakukan pengisian berulang.

SPBU DAN PIHAK BERWENANG DIMINTA BUKA SUARA

JURNALPOLRI.MY.ID mendorong pihak pengelola SPBU, Pertamina, serta instansi dan aparat berwenang untuk memberikan penjelasan mengenai sistem pengawasan di SPBU 74.936.06 Raha.

Beberapa pertanyaan publik yang patut dijawab antara lain:

1. Apakah kendaraan yang diduga melakukan pengisian berulang telah terdata dan sesuai ketentuan?

2. Bagaimana mekanisme pengawasan terhadap penyaluran Pertalite bersubsidi di SPBU tersebut?

3. Apakah terdapat pembatasan atau sistem pengawasan terhadap kendaraan yang melakukan pengisian berulang?

4. Mengapa antrean masyarakat dapat mengular hingga menimbulkan keluhan?

5. Ke mana pengawasan aparat ketika aktivitas pengisian berlangsung?

JANGAN SAMPAI SUBSIDI RAKYAT SALAH SASARAN

Persoalan ini bukan sekadar tentang panjangnya antrean. Jika dugaan pelangsiran benar terjadi dan berlangsung secara berulang tanpa pengawasan yang memadai, maka yang dipertaruhkan adalah ketepatan sasaran BBM bersubsidi dan hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang adil.

JURNALPOLRI.MY.ID meminta pihak terkait tidak menutup mata terhadap keluhan masyarakat.

Kalau memang tidak ada penyimpangan, mari dibuka secara transparan. Namun jika ditemukan pelanggaran, masyarakat tentu berharap ada tindakan tegas sesuai aturan.

JURNALPOLRI.MY.ID akan terus melakukan penelusuran dan membuka ruang konfirmasi kepada pihak SPBU, Pertamina, maupun aparat terkait untuk memberikan klarifikasi atas temuan dan keluhan masyarakat tersebut.

JURNALPOLRI.MY.ID

BERANI MENGUNGKAP FAKTA

REPORTER: UMAR