JURNALPOLRI.MY.ID, Bone – Suasana ceria menyelimuti halaman Sekolah TK Negeri Pembina di Jl. Laksamana Yos Sudarso, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, pada Jumat (20/12/2024).

Lomba antar kelas yang digelar dalam rangka Puncak P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) menjadi panggung kecil bagi para siswa untuk menampilkan kreativitas mereka.

Langkah-langkah kecil anak-anak mengisi ruang lapangan dengan warna-warni keceriaan. Tak hanya mereka, para orang tua yang memadati area sekolah tampak antusias mendukung buah hati mereka.

Di tengah sorak-sorai itu, hadir Kepala Bidang PAUD Disdikbud Kabupaten Bone, A. Rasna, S.Pd., M.Pd., didampingi stafnya. Turut serta H. Muhammad Jafar, S.Pd., Pengawas TK Kecamatan Tanete Riattang Timur yang sekaligus bertugas sebagai salah satu tim penilai lomba.

Kepala Sekolah TK Negeri Pembina, A. Lusiana, S.Pd., pun tampak menyambut tamu dan masyarakat yang ikut meramaikan kegiatan ini.

Lomba kali ini tak sekadar menampilkan seni dan keterampilan, melainkan mengangkat kekayaan kuliner lokal. Setiap kelas berlomba dalam menyajikan kreasi pameran dan market day dengan menu andalan berupa makanan tradisional.

Aroma kue barongko, onde-onde, bandang-bandang, hingga taripang menyeruak, mengundang rasa nostalgia akan cita rasa klasik yang mulai jarang dijumpai.

A. Rasna dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya melihat semangat para siswa dan guru.

“Inilah esensi P5, menanamkan karakter sejak dini melalui kecintaan terhadap budaya dan tradisi lokal. Pendidikan tak hanya soal akademik, tapi juga tentang bagaimana anak-anak tumbuh dengan identitas dan kebanggaan terhadap daerahnya sendiri,” ujarnya.

Setelah melalui penilaian ketat, kelas B1 di bawah asuhan Kamsida, S.Pd., berhasil meraih juara pertama. Kelas B5 yang dipimpin Amriana, S.Pd.i., menyusul sebagai juara kedua, dan juara ketiga diraih kelas B2 di bawah bimbingan Andi Neny, S.Pd.

H. Muhammad Jafar, yang bertindak sebagai salah satu juri, menyoroti pentingnya kegiatan seperti ini dalam membentuk karakter anak.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar berani tampil, berkreasi, dan mengenal budaya mereka sejak dini. Hal ini menjadi bekal penting dalam membentuk generasi muda yang tangguh dan berakar kuat pada identitas bangsa,” katanya.

Lomba ini bukan hanya tentang siapa yang menang atau kalah. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengeksplorasi diri, membangun percaya diri, dan belajar bekerja sama.

Para orang tua yang hadir pun merasakan kebersamaan yang mempererat hubungan mereka dengan sekolah.

TK Negeri Pembina Bone, dengan segala kreativitas dan semangatnya, menunjukkan bahwa pendidikan karakter bisa dibangun dari hal-hal sederhana namun bermakna.

Lomba antar kelas ini menjadi saksi bagaimana tradisi dan nilai luhur tetap bisa tumbuh di tengah derasnya arus modernisasi. (*/Red)