MADINAH, JURNALPOLRI.MY.ID — Perjalanan ibadah yang seharusnya penuh khusyuk berubah jadi kepanikan. Dua bus yang mengangkut jemaah Indonesia dilaporkan terlibat kecelakaan di Madinah, Selasa (28/4/2026).
Insiden itu terjadi saat rombongan jemaah tengah bergerak di kawasan Jabal Magnet. Tanpa diduga, dua bus yang membawa jemaah dari kloter berbeda justru terlibat tabrakan di jalan.
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 10 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Mereka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban berasal dari dua kelompok jemaah berbeda, termasuk seorang pembimbing ibadah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Suasana sempat mencekam. Jemaah yang sebelumnya dalam perjalanan ibadah mendadak harus menghadapi situasi darurat di negeri orang.
Sebagian korban kini sudah diperbolehkan kembali ke penginapan setelah menjalani perawatan. Namun, satu orang jemaah masih harus menjalani perawatan lanjutan di rumah sakit.
Peristiwa ini langsung mendapat perhatian dari otoritas setempat. Penanganan cepat dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah mendapatkan bantuan medis dan pendampingan.
Kecelakaan ini jadi pengingat bahwa perjalanan ibadah di Tanah Suci tidak lepas dari risiko. Di balik niat suci, faktor keselamatan tetap jadi hal utama yang tak boleh diabaikan.
Bagi jemaah, kejadian ini bukan sekadar musibah, tapi juga ujian. Dari perjalanan yang awalnya tenang, mereka dihadapkan pada situasi yang menguji ketenangan dan keteguhan di tanah yang jauh dari rumah.(*)







Tinggalkan Balasan