JURNALPOLRI.MY.ID, Takalar – Suasana serius namun bersahabat menyelimuti Aula Wicaksana Laghawa Mapolres Takalar pada Selasa pagi (15/4/2025).
Sejumlah perwira tinggi berseragam lengkap tampak duduk rapi, menyimak arahan dari tim tamu yang datang jauh-jauh dari Makassar.
Hari itu, Tim Audit Kinerja dari Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) Polda Sulsel melakukan kunjungan resmi ke Polres Takalar. Tujuannya: melaksanakan Audit Kinerja Tahap I Tahun 2025, yang kali ini fokus pada dua aspek utama—perencanaan dan pengorganisasian.
Audit ini dipimpin langsung oleh Kombes Pol. Petrus Canisius Elva Setyasto, S.I.K., sebagai pengawas tim. Ia didampingi Kompol Sumardi, S.H., yang bertindak sebagai Ketua Tim Audit.
Rombongan juga diperkuat sejumlah personel senior, seperti Kompol Kasman, AKP Andi Ilham, hingga AKP Sarce Husdi Sampe.
Kapolres Takalar, AKBP Supriadi Rahman, S.I.K., M.M., membuka pertemuan dengan sambutan hangat.
Ia menyambut langsung tim audit dan menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh proses pemeriksaan.
“Kami siap terbuka dan transparan. Kami harap audit ini dapat membantu kami meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas, bukan semata soal penilaian, tapi juga soal perbaikan,” tegas Kapolres dalam sambutannya.
Audit kinerja ini bukan sekadar formalitas tahunan. Kombes Petrus Canisius menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari sistem pengawasan internal yang rutin dijalankan Polri, guna menjamin bahwa roda organisasi berjalan sesuai koridor.
“Kalau ada kendala teknis atau administratif di lapangan, silakan disampaikan. Ini momen yang pas untuk konsultasi sekaligus koreksi,” katanya.
Tak kalah penting, Ketua Tim Audit, Kompol Sumardi, mengingatkan bahwa tujuan utama audit adalah mencegah penyimpangan. Ia berharap audit kali ini tidak menemukan temuan baru.
“Kalau ada temuan lama, segera diselesaikan. Kami lebih senang kalau tidak ada temuan sama sekali. Itu artinya kinerja di Polres Takalar berjalan optimal,” ujarnya.
Audit Kinerja Tahap I ini merupakan bagian awal dari rangkaian evaluasi menyeluruh di jajaran kepolisian wilayah Sulsel.
Evaluasi ini menjadi alat ukur akuntabilitas, efektivitas, dan efisiensi kerja—khususnya dalam merancang program dan menyusun strategi organisasi.
Meski bersifat internal, audit ini berdampak luas karena hasilnya bisa jadi bahan koreksi sekaligus bahan pujian.
Apakah Polres Takalar lolos mulus tanpa catatan? Jawabannya akan terkuak usai laporan audit resmi dirilis.
Yang pasti, pagi itu, para personel Polres Takalar tampak siap. Kertas laporan disusun rapi, data disiapkan, dan semangat transparansi terasa kuat.
Audit dimulai. Lembar evaluasi dibuka. Tinggal bagaimana isinya. (*)















