BANGGAI LAUT — Pemerintah Desa Lalong, Kecamatan Labobo, Kabupaten Banggai Laut, terus melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan usaha tani yang menghubungkan kawasan Onitu menuju Paisutete.

Pembangunan jalan usaha tani tersebut dilakukan secara bertahap selama beberapa tahun. Pada tahun anggaran 2026, pemerintah desa kembali mengalokasikan anggaran untuk melanjutkan pembangunan sepanjang 115 meter dengan pagu anggaran sebesar Rp50 juta.

 

Pekerjaan tahun 2026 ini merupakan kelanjutan dari pembangunan yang telah dilakukan pada tahun 2024 dan 2025.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, pembangunan pada dua tahun sebelumnya telah mencapai sekitar 350 meter. Dengan tambahan 115 meter pada tahun 2026, total panjang jalan usaha tani yang telah dibangun diperkirakan mencapai sekitar 465 meter.

 

Kepala Desa Lalong, Akmal Paatagiling, mengatakan pembangunan jalan usaha tani tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah desa dalam membuka akses masyarakat menuju kawasan perkebunan dan lahan pertanian.

Menurut Akmal, keberadaan jalan tersebut sangat penting bagi masyarakat karena selama ini akses menuju lokasi kebun menjadi salah satu kendala dalam aktivitas pertanian.

 

“Dengan adanya jalan usaha tani ini, kami berharap aktivitas masyarakat, khususnya para petani, bisa menjadi lebih mudah. Akses menuju kebun dan lahan pertanian semakin terbuka, sehingga sarana produksi maupun hasil pertanian lebih mudah dibawa,” ujar Akmal.

 

Ia menjelaskan, pembangunan jalan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran desa. Pemerintah Desa Lalong berupaya melanjutkan pembangunan pada setiap tahun anggaran berdasarkan skala prioritas dan kebutuhan masyarakat.

 

Untuk pembangunan tahun anggaran 2026, total anggaran yang disiapkan sebesar Rp50 juta.

 

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2 juta dialokasikan untuk penyusunan RAB, kemudian Rp1.497.000 untuk TPK. Sementara sekitar Rp46.503.000 digunakan untuk kebutuhan upah serta pengadaan bahan material lokal dan material pabrikan.

 

Pelaksanaan pekerjaan juga menggunakan pola Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dengan melibatkan masyarakat dalam proses pengerjaan.

 

Menurut Akmal, pola tersebut tidak hanya diarahkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk terlibat langsung sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan pembangunan.

 

“Pembangunan ini kami lakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran desa. Yang terpenting aksesnya terus kita buka dan lanjutkan agar ke depan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

 

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jalan yang telah dibangun.

 

“Ini fasilitas untuk kepentingan bersama. Kami berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat jalan yang sudah dibangun agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Akmal.

 

Dengan tambahan pembangunan sepanjang 115 meter pada 2026, akses jalan usaha tani dari kawasan Onitu menuju Paisutete diharapkan semakin terbuka.

 

Pemerintah Desa Lalong berharap pembangunan tersebut dapat terus dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya sesuai dengan prioritas pembangunan dan kemampuan keuangan desa.

 

Keberadaan jalan usaha tani itu diharapkan dapat mempermudah mobilitas petani, memperlancar pengangkutan hasil pertanian, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat Desa Lalong, Kecamatan Labobo.

 

REPORTER: SUSANTO