SIDRAP, Jurnalpolri.my.id – Pemandangan tak biasa terlihat di jalanan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Senin (19/10/2026) pagi. Di tengah kesibukan warga memulai aktivitas, Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda justru turun langsung ke jalan untuk mengatur arus lalu lintas. Aksi tersebut berlangsung di dua titik strategis, yakni Simpang Tiga Gedung Juang 45 dan perempatan SMPN 1 Pangkajene, Sidrap. Kedua lokasi itu menjadi jalur yang ramai dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.

Bukan sekadar memantau dari kejauhan, Indra ikut mengarahkan kendaraan yang melintas. Ia juga membantu anak sekolah menyeberang dan menyapa warga di tengah padatnya aktivitas pagi.

Di tengah arus kendaraan yang terus bergerak, kehadiran Kapolres menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran lalu lintas. Warga yang hendak bekerja, anak-anak yang berangkat sekolah, hingga pengendara yang melanjutkan perjalanan membutuhkan jalan yang aman dan tertib.

Bagi kepolisian, pengaturan lalu lintas bukan hanya soal mencegah kepadatan. Kehadiran personel di titik keramaian juga bertujuan memberikan rasa aman sekaligus mengingatkan pengguna jalan agar mengutamakan keselamatan.

“Melalui kehadiran personel di sejumlah titik keramaian, kami berupaya mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas sekaligus mengingatkan masyarakat agar senantiasa mematuhi peraturan dan mengutamakan keselamatan selama berkendara,” ujar Indra.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata program “Polisi Bersama Masyarakat.” Polisi diharapkan hadir langsung di ruang publik, terutama ketika masyarakat membutuhkan bantuan dan pelayanan.

“Polisi tidak boleh hanya terlihat di kantor. Di jalanan, di ruang publik, di tempat warga beraktivitas, di sanalah kehadiran kita paling dibutuhkan,” lanjutnya.

Pesan itu tergambar melalui aksi sederhana di jalanan Sidrap pagi itu. Mengatur kendaraan, membantu anak sekolah menyeberang, dan menyapa warga menjadi bentuk pelayanan yang bisa dirasakan secara langsung.

Di tengah rutinitas pagi yang padat, pemandangan tersebut mengingatkan bahwa kehadiran polisi bukan semata-mata soal seragam dan kewenangan. Lebih dari itu, ada pelayanan nyata yang dibutuhkan masyarakat agar perjalanan sehari-hari berlangsung aman, tertib, dan nyaman. (*)