JENEPONTO — Warga di wilayah perbatasan Kabupaten Gowa dan Kabupaten Jeneponto digegerkan dengan penemuan sesosok mayat yang diduga berjenis kelamin perempuan di aliran Sungai Kelara, Minggu, 23 Agustus 2026.

Penemuan tersebut terjadi di kawasan perbatasan Dusun Sa’ro, Desa Taring, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa, dengan Kelurahan Tolo, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto. Sungai Kelara diketahui menjadi salah satu batas alam antara kedua wilayah tersebut.

Mayat Ditemukan Mengapung di Sungai

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun dari warga di sekitar lokasi, jasad tersebut pertama kali terlihat dalam kondisi mengapung dan tersangkut di antara bebatuan sungai.

Saat ditemukan, korban disebut sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Identitas serta penyebab kematian korban hingga kini belum diketahui dan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Dalam dokumentasi yang beredar dari lokasi kejadian, terlihat seorang anggota TNI bersama warga berupaya melakukan proses evakuasi terhadap jasad dari aliran sungai yang kondisi arusnya cukup deras.

Warga Berkerumun di Lokasi

Informasi mengenai penemuan tersebut dengan cepat menyebar sehingga warga dari sekitar Dusun Sa’ro, Desa Taring, maupun warga Kelurahan Tolo Utara berdatangan ke lokasi.

Suasana di sekitar sungai pun menjadi perhatian warga. Mereka menyaksikan proses evakuasi sambil menunggu informasi lebih lanjut mengenai identitas korban dan kronologi lengkap kejadian.

Hingga berita ini diterbitkan, identitas korban dan bagaimana jasad tersebut bisa berada di aliran Sungai Kelara belum dapat dipastikan.

Pihak berwenang diharapkan segera melakukan identifikasi terhadap korban serta pemeriksaan untuk mengetahui penyebab dan rangkaian kejadian secara terang.

 

REPORTER: REWA