JENEPONTO, SULSEL – Puluhan petani dan aktivis menggelar aksi unjuk rasa menuntut perhatian serius pemerintah terhadap sektor pertanian dan pelaksanaan program pembangunan infrastruktur.

Berdasarkan pantauan di lokasi, massa membentangkan dua spanduk tuntutan utama. Spanduk pertama berbunyi:

“1. MEMINTA DINAS PERTANIAN AGAR MENGANGGARKAN KEBUTUHAN PETANI. 2. MENDESAK DPRD UNTUK MENJALANKAN FUNGSINYA SEBAGAI PENGAWASAN”

Spanduk kedua berbunyi:

“MEMINTA BAPAK HAMKA B. KADY UNTUK MENGEVALUASI PENANGGUNG JAWAB PROGRAM PISEW 2026 DI SUL-SEL TERKHUSUS DI KAB. JENEPONTO”

Aksi yang berlangsung di bawah terik matahari ini diwarnai orasi bergantian. Seorang orator dengan pengeras suara, mengenakan kaos kuning, menyuarakan kekecewaan petani atas minimnya anggaran untuk kebutuhan pertanian.

Massa menilai, selama ini kebutuhan dasar petani seperti sarana produksi, pupuk, bibit, hingga infrastruktur pendukung tidak terakomodir maksimal dalam penganggaran Dinas Pertanian.

Tak hanya itu, mereka juga menyoroti Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) 2026 di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Jeneponto. Massa meminta Hamka B. Kady untuk mengevaluasi penanggung jawab program tersebut yang dinilai bermasalah.

Usai berorasi di luar, perwakilan massa terlihat diterima masuk ke ruang rapat untuk melakukan audiensi. Dalam foto yang diterima, sejumlah perwakilan aksi duduk berhadapan di meja rapat paripurna, didampingi aparat pengamanan, untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Pertanian maupun DPRD terkait tuntutan tersebut. Massa menegaskan akan terus mengawal hingga ada komitmen anggaran yang jelas untuk petani dan evaluasi menyeluruh terhadap PISEW 2026

 

REPORTER: AFRIKAL REWA