JURNALPOLRI.MY.ID, Jakarta – Langit di Way Kanan, Lampung, seakan mendung lebih lama. Udara duka menyelimuti jajaran Polri dan keluarga besar Korps Bhayangkara.

Tiga personel terbaik gugur dalam tugas, meninggalkan cerita pengabdian yang tak akan pernah pudar.

Mereka adalah AKP (Anumerta) Lusiyanto, S.H., Kapolsek Negara Batin, Aipda (Anumerta) Petrus Apriyanto, dan Briptu (Anumerta) M. Ghalib Surya Ganta, S.H..

Nama mereka kini tak sekadar identitas, tetapi simbol keberanian dan pengorbanan yang akan selalu dikenang.

Jenazah ketiga pahlawan ini telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk proses autopsi dan penyelidikan lebih lanjut.

Malam telah berganti, tetapi duka masih melekat dalam ingatan rekan-rekan seperjuangan mereka.

Sebagai bentuk penghormatan tertinggi, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menetapkan status “gugur dalam tugas” bagi mereka.

Ini bukan sekadar gelar, tetapi penghargaan atas dedikasi yang telah mereka torehkan.

Keputusan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) Anumerta pun diberikan:

  • AKP (Anumerta) Lusiyanto, S.H. – dari Iptu naik menjadi Ajun Komisaris Polisi (AKP)
  • Aipda (Anumerta) Petrus Apriyanto – dari Bripka naik menjadi Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda)
  • Briptu (Anumerta) M. Ghalib Surya Ganta, S.H. – dari Bripda naik menjadi Brigadir Polisi Satu (Briptu)

Tak hanya pangkat, para ahli waris mereka juga berhak atas santunan dari ASABRI, sebagai bentuk penghargaan atas jasa besar yang telah ditinggalkan.

Hari ini, suara sirine kepolisian mengiringi perjalanan terakhir para pahlawan ini menuju tempat peristirahatan mereka.

  • Briptu (Anumerta) M. Ghalib Surya Ganta, S.H. akan dimakamkan di Bandar Lampung.
  • AKP (Anumerta) Lusiyanto, S.H. dan Aipda (Anumerta) Petrus Apriyanto akan dikebumikan di Way Kanan.

Di antara barisan rekan-rekan seprofesi, mata sembab terlihat. Air mata jatuh, bukan hanya karena kehilangan, tetapi karena rasa bangga atas pengabdian yang telah diberikan.

Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, Karo Penmas Divhumas Polri, mengajak seluruh personel Polri untuk mengirimkan doa terbaik bagi ketiga almarhum.

“Kami mengimbau seluruh personel Polri, khususnya yang beragama Islam, untuk melaksanakan salat gaib di wilayah masing-masing sebagai bentuk penghormatan terakhir,” ucapnya.

Di balik duka, penyelidikan terus berjalan. Polda Lampung tak tinggal diam. Setiap bukti, setiap jejak, akan dikejar demi menegakkan keadilan bagi mereka yang telah gugur.

“Informasi lebih lanjut akan kami sampaikan sesuai perkembangan yang ada,” ujar Brigjen Trunoyudo.

Hari ini, Korps Bhayangkara kembali kehilangan. Namun, pengabdian mereka tak akan pernah sia-sia. Nama mereka akan selalu tertulis dalam sejarah kepolisian, sebagai sosok yang setia hingga akhir hayat.

Bagi mereka yang telah berpulang, selamat jalan, Bhayangkara sejati. Pengabdian kalian adalah cahaya bagi generasi penerus. (*)