SIDRAP — Ketika api masih membakar lahan warga di Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, Senin (24/8/2026) malam, Dandim 1420/Sidrap Letkol Inf. Andi Zulhakim Asdar, S.H.I., M.H.I., memilih turun langsung ke lokasi.

Bukan sekadar memantau.

Dandim ikut berjibaku bersama warga untuk menghentikan kobaran api yang sejak sore terus merambat di tengah kondisi lahan yang kering.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 17.30 Wita di Dusun II Makkadae. Api membakar lahan milik tiga warga, yakni Isia (60), Latapa (alm.) dan Lagilibu (70).

Hingga malam, penyebab awal munculnya api belum diketahui.

Yang membuat situasi semakin sulit, kondisi lahan sangat kering akibat musim kemarau. Tiupan angin juga membuat api cepat menjalar ke sejumlah titik.

Warga langsung berusaha melakukan pemadaman.

Petugas Damkar turut dikerahkan. Sekitar pukul 17.45 Wita, satu unit armada tiba di lokasi.

Namun, medan menjadi persoalan.

Titik kebakaran berada di kawasan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam. Armada tidak dapat mendekati seluruh titik api.

Warga pun melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya.

Sekitar pukul 19.40 Wita, Dandim 1420/Sidrap Letkol Inf. Andi Zulhakim Asdar tiba di lokasi bersama Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yudah, S.I.K., M.H.

Kehadiran Dandim tidak berhenti pada pengecekan kondisi.

Ia langsung bergabung dengan Kepala Desa Lainungan dan masyarakat untuk membantu memadamkan api.

Di medan yang sulit, pemadaman dilakukan secara manual. Ranting pohon dan peralatan sederhana digunakan untuk memukul serta memutus jalur api agar tidak semakin meluas.

Api baru berhasil dikendalikan sekitar pukul 21.15 Wita.

Selama hampir empat jam sejak pertama kali diketahui, warga bersama aparat berjibaku menghadapi kobaran api.

Dari pendataan sementara, sekitar 11 hektare lahan masyarakat terbakar.

Tidak ada korban jiwa maupun personel yang mengalami cedera dalam peristiwa tersebut.

Dandim Andi Zulhakim mengapresiasi masyarakat yang bergerak cepat membantu pemadaman.

Menurutnya, kondisi seperti ini membutuhkan sinergi seluruh unsur, terutama ketika lokasi kebakaran sulit dijangkau kendaraan pemadam.

Kehadiran Dandim di tengah masyarakat juga menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan kebakaran berlangsung cepat sebelum api meluas ke kawasan lainnya.

Meski api telah padam, petugas dan masyarakat tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi.

Langkah tersebut penting untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala, mengingat kondisi lahan masih kering dan angin berpotensi kembali menghidupkan titik api.

Peristiwa di Lainungan menjadi gambaran nyata beratnya menghadapi kebakaran lahan pada musim kemarau.

Di saat akses kendaraan terbatas, keberadaan aparat bersama masyarakat menjadi pertahanan pertama untuk menghentikan api.

Dan malam itu, Dandim Sidrap memilih berada di garis tersebut. (*)