JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Suasana Pasar Sentral Rappang, Kecamatan Panca Rijang, siang itu ramai seperti biasa.

Lalu lalang pembeli, suara tawar-menawar, dan aroma segar bahan pangan bercampur menjadi satu dalam denyut ekonomi masyarakat.

Di tengah deretan lapak yang dipenuhi tumpukan sayur, daging, dan kebutuhan pokok lainnya, hadir seorang prajurit berbaju loreng yang dengan cermat mengamati harga-harga di setiap kios.

Dialah Sertu Alimuddin, Babinsa Kelurahan Rappang, Koramil 1420-06/Panca Rijang, yang sedang melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok, Kamis (20/3/2025).

Bukan tanpa alasan, langkah ini diambil untuk memastikan kestabilan harga serta menjamin ketersediaan stok pangan, terutama dalam bulan Ramadan.

“Kami ingin masyarakat tenang dalam berbelanja, tanpa khawatir harga melonjak atau bahan pokok sulit didapat,” ujar Sertu Alimuddin.

Dari hasil pemantauan, mayoritas harga bahan pokok masih stabil, meski ada sedikit kenaikan pada beberapa komoditas.

Harga beras bervariasi, mulai dari Rp 12.000/Kg untuk beras biasa hingga Rp 17.000/Kg untuk beras premium.

Sementara itu, harga ayam ras dijual Rp 40.000/ekor, ayam kampung Rp 55.000/ekor, dan daging sapi mencapai Rp 130.000/Kg.

Untuk komoditas pangan lainnya, harga cabai rawit tercatat Rp 30.000/Kg, bawang merah Rp 60.000/Kg, dan telur ayam ras Rp 55.000/rak.

Harga minyak goreng bervariasi, dengan Minyak Goreng Kita dijual Rp 15.000/Liter, sedangkan Bimoli mencapai Rp 21.000/Liter.

“Kami terus berkoordinasi dengan pedagang dan pihak terkait agar harga tetap terkendali. Jika ada lonjakan yang tidak wajar, kami akan segera tindak lanjuti,” tambah Sertu Alimuddin.

Langkah Babinsa ini mendapat sambutan positif dari para pedagang.

Hasan (52), pedagang ayam dan daging sapi, mengaku lebih tenang dengan adanya pemantauan ini.

“Kadang harga naik bukan karena kemauan kami, tapi dari pemasok. Kalau ada Babinsa yang turun langsung, pembeli jadi lebih percaya kalau kami tidak menaikkan harga seenaknya,” jelasnya.

Di lapak sembako, Hj. Nur (45), pedagang beras dan minyak goreng, juga merasakan manfaatnya.

“Bagus sekali kalau ada pemantauan begini. Jadi kalau ada yang merasa harga mahal, mereka tahu bahwa ini harga pasaran, bukan karena kami ingin cari untung besar,” katanya.

Di sisi lain, Rina (30), seorang ibu rumah tangga, merasa lebih nyaman saat berbelanja.

“Kalau harga dipantau seperti ini, kami jadi tahu mana yang masih normal dan mana yang memang naik. Setidaknya, belanja dalam bulan Ramadan tidak bikin pusing,” ujarnya sambil tersenyum.

Sementara itu, Rahmat (40), seorang karyawan swasta, berharap pemantauan ini terus dilakukan.

“Kalau ada yang mengawasi, pedagang juga lebih jujur. Harga tetap stabil, kami sebagai pembeli juga merasa lebih adil,” katanya.

Sertu Alimuddin menegaskan bahwa pemantauan ini akan terus berlanjut dalam bulan Ramadan untuk memastikan harga tidak melonjak secara drastis.

“Kami ingin masyarakat Rappang bisa berbelanja dengan nyaman, tanpa harus khawatir dengan harga yang tiba-tiba melambung. Stabilitas harga adalah kunci kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Dengan adanya pemantauan ini, diharapkan harga tetap terkendali, pasokan bahan pokok aman, dan masyarakat Sidrap bisa merasakan Ramadan dengan tenang. (*)