JURNALPOLRI.MY.ID, Makassar – Senja di Makassar menghangatkan suasana saat aroma khas hidangan berbuka menyebar di Sekretariat Yayasan Rumah Moderasi Makassar, Jl. Piere Tendean, Kecamatan Tallo.
Pada Rabu (19/03/2025), yayasan ini menggelar acara buka puasa bersama yang tidak hanya menjadi ajang bersantap, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi dan menyebarkan pesan perdamaian.
Acara ini menghadirkan eks narapidana terorisme (napiter) beserta keluarga mereka, tokoh kepolisian, akademisi, serta tokoh agama.
Kehadiran mereka menggambarkan harmoni yang ingin dibangun, bahwa rekonsiliasi dan moderasi adalah kunci merajut kembali jalinan sosial yang sempat renggang.
Turut hadir di antaranya Kompol Soffan Ansyari, S.H. (Plh Kasatgaswil Sulsel Densus 88 Anti Teror Polri), Kompol Asdar, S.Sos. (Kanit 3 Subdit Kamneg Ditintelkam Polda Sulsel), Kompol H. Syamsuardi, S.Sos., M.H. (Kapolsek Tallo), Iptu A. Syarif Alqadri AR, S.H. (Da’i Polri), serta DR. Usman Sofian, M.A. (Sekretaris FKUB Kota Makassar).
Kehadiran mereka menjadi simbol pentingnya sinergi antara aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga keharmonisan sosial, terutama dalam upaya pencegahan radikalisme dan penguatan moderasi beragama.
Ketua Yayasan Rumah Moderasi Makassar, Ustadz Suryadi Mas’ud, membuka acara dengan menyampaikan bahwa yayasan ini hadir untuk menyebarkan semangat “Indonesia Terang.”
“Masih ada yang berpikir bahwa Indonesia sedang gelap karena banyaknya perpecahan. Tapi di sini, kita ingin membuktikan bahwa masih ada harapan, masih ada jalan menuju kebaikan,” tegasnya.
Ia juga mengumumkan rencana besar yayasan setelah Ramadan, yakni pembukaan Rumah Kuliner yang akan beroperasi 24 jam.
Program ini dirancang sebagai wadah bagi eks napiter untuk membangun kemandirian ekonomi, sekaligus sebagai bukti bahwa kehidupan baru yang lebih baik selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin berubah.
Kapolsek Tallo, Kompol H. Syamsuardi, S.Sos., M.H., mengenang perkenalannya dengan Ustadz Suryadi Mas’ud ketika baru keluar dari lapas.
Baginya, melihat sekretariat Yayasan Rumah Moderasi Makassar berdiri kokoh di wilayah hukumnya adalah kebahagiaan tersendiri.
“Kami mendukung penuh kegiatan ini. Keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab kita bersama. Menjelang Lebaran, mari kita jaga ketenangan lingkungan agar semua bisa merayakan dengan damai,” pesannya.
Suasana semakin khidmat ketika Iptu A. Syarif Alqadri AR, S.H., Da’i Polri, menyampaikan ceramah singkatnya.
Ia menegaskan bahwa Islam adalah agama yang penuh kelembutan dan moderasi, bukan ajaran yang mengajarkan kebencian.
“Perdamaian tidak akan tercipta tanpa harmoni. Mari kita jadikan momen ini sebagai titik balik untuk membangun kedamaian, mulai dari diri sendiri, keluarga, hingga masyarakat luas,” ajaknya.
Sekretaris FKUB Kota Makassar, DR. Usman Sofian, M.A., juga turut memberikan pesan kebersamaan.
Ia mengajak semua yang hadir untuk melihat satu sama lain sebagai saudara dalam kemanusiaan, bukan sebagai kelompok yang harus dibedakan.
“Tidak ada manusia yang sempurna. Tapi dengan saling menerima, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan penuh toleransi,” ujarnya.
Acara ini bukan hanya sekadar buka puasa bersama, tetapi juga wujud nyata rekonsiliasi dan harapan baru.
Bagi eks napiter, ini adalah kesempatan untuk diterima kembali di masyarakat. Bagi aparat keamanan dan tokoh agama, ini adalah bukti bahwa pencegahan radikalisme bisa dilakukan dengan pendekatan yang lebih humanis.
Saat adzan Maghrib berkumandang, para hadirin bersama-sama menyantap hidangan berbuka.
Dalam kebersamaan itu, terselip harapan besar bahwa di masa depan, moderasi beragama akan semakin kuat dan perdamaian akan selalu menjadi pilihan utama. (*)







Tinggalkan Balasan