JURNALPOLRI.MY.ID, Jakarta, 17 Maret 2025 – Langit Jakarta mulai beranjak gelap ketika senja menyelimuti ibu kota.
Di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, suasana penuh kehangatan terpancar dari kebersamaan yang terjalin antara jajaran Polri, TNI, serta lintas kementerian dan lembaga.
Malam itu, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menggelar buka puasa bersama dalam semangat persatuan dan penguatan sinergi menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan tema “Dengan Hikmah Puasa Ramadhan 1446 Hijriah atau Tahun 2025, Kita Tingkatkan Keimanan, Ketakwaan, dan Sinergitas Menuju Indonesia Emas 2045”.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Tampak hadir Menkopolhukam RI, Menko PMK, Menhan RI, Ketua KPK, serta perwakilan dari BIN, BNPT, dan BSSN. Dari unsur TNI, para pejabat utama turut hadir mewakili Panglima TNI.
Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, Karopenmas Divisi Humas Polri, menekankan bahwa acara ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum memperkuat soliditas lintas institusi.
“Kegiatan ini tentunya meningkatkan keimanan, soliditas, dan sinergi antara kementerian serta TNI-Polri dalam menjaga persatuan,” ujarnya.
Sebelum acara buka bersama, Kapolri lebih dulu turun ke jalan membagikan takjil bagi masyarakat. Kegiatan ini diselenggarakan bersama insan media.
Di tengah rintik hujan, Jenderal Sigit bersama jajaran pejabat utama Polri berdiri di pinggir Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, menyapa warga yang melintas.
Sebanyak 1.000 kotak takjil dibagikan kepada pengemudi ojek daring, pekerja harian, serta pejalan kaki yang masih berada di jalan menjelang waktu berbuka. Antusiasme warga terasa begitu kuat.
“Alhamdulillah, bersyukur bisa berbagi dengan saudara-saudara kita yang akan berbuka puasa. Semoga apa yang kita lakukan ini menjadi berkah,” ujar Kapolri dengan senyum hangat.
Seorang pengemudi ojek daring bernama Arif, yang menerima bingkisan, tak mampu menyembunyikan rasa harunya.
“Di tengah jalanan yang ramai dan hujan begini, tiba-tiba dapat takjil langsung dari Kapolri, rasanya luar biasa. Terima kasih, Pak,” ucapnya dengan wajah berbinar.
Aminah, seorang ibu yang kebetulan melintas bersama anaknya, juga menyampaikan rasa syukurnya.
“Kadang kami tidak sempat mampir membeli makanan, tapi hari ini tiba-tiba dapat bingkisan dari Polri. Semoga berkah,” tuturnya.
Ketika waktu berbuka tiba, suasana di Lapangan Bhayangkara berubah menjadi penuh kehangatan.
Kapolri duduk berdampingan dengan para petinggi TNI, pejabat kementerian, serta anak-anak yatim piatu yang diundang khusus dalam acara ini.
Dalam kebersamaan tersebut, semua larut dalam suasana kekeluargaan. Sepiring hidangan berbuka terasa lebih bermakna karena dinikmati bersama dalam semangat persatuan.
Setelah berbuka, acara dilanjutkan dengan takziah dan doa bersama. Lantunan doa terdengar khusyuk, menjadi pengingat bahwa tugas besar menjaga bangsa ini harus selalu diiringi dengan keimanan dan ketakwaan.
Brigjen Pol. Trunoyudo menegaskan bahwa acara ini tidak hanya memperkuat ikatan antar-institusi, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Ramadhan adalah momen untuk berbagi, memperkuat keimanan, dan menjaga kebersamaan. Kami berharap, sinergi antara Polri, TNI, dan kementerian semakin kokoh demi Indonesia yang lebih baik,” katanya.
Buka puasa bersama ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara aparat negara dengan masyarakat.
Polri ingin menunjukkan bahwa kehadiran mereka bukan hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam membangun harmoni sosial.
Dengan semangat Ramadhan, TNI-Polri terus berupaya menjaga persatuan, baik dalam tugas negara maupun dalam kehidupan sosial.
Kebersamaan ini menjadi bukti bahwa dalam keberagaman, persatuan tetap menjadi fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045.
Ramadhan kali ini pun terasa lebih hangat, bukan hanya karena suhu udara, tetapi karena nilai kebersamaan yang terjalin di bawah naungan Bhayangkara. (*)







Tinggalkan Balasan