TOMPOBULU, GOWA – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan membangun kolaborasi strategis antara tokoh masyarakat dengan aparatur pemerintahan di tingkat kecamatan, Ketua PAC (Pengurus Anak Cabang) Syahrul Daeng Limpo beserta rekan sejawat, Hamzah, melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa. Kunjungan ini disambut hangat oleh Kepala KUA Malakaji, Bun Kahar, yang mengapresiasi inisiatif tersebut sebagai wujud nyata partisipasi aktif elemen masyarakat dalam mendukung pelayanan keagamaan dan sosial di wilayahnya.

Silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan dialog konstruktif yang bertujuan menyelaraskan program-program keumatan dengan kebijakan pemerintah daerah. Syahrul DG Limpo menegaskan bahwa keberadaan PAC tidak boleh berdiri sendiri di menara gading; ia harus menjadi jembatan yang menghubungkan aspirasi warga dengan instansi terkait.
“Kami hadir di sini bukan untuk menggurui, tetapi untuk berkolaborasi. KUA adalah garda terdepan dalam membina keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Tugas kami sebagai organisasi masyarakat adalah memastikan setiap program KUA dapat diterima dan didukung penuh oleh warga,” ujar Syahrul Daeng Limpo saat berbincang dengan Bun Kahar.
Tiga Agenda Utama Silaturahmi:
Harmonisasi Program Dakwah & Pemberdayaan Keluarga
Kedua pihak membahas penyelarasan jadwal dan materi kegiatan keagamaan agar tidak tumpang tindih, serta memperkuat program bimbingan perkawinan dan konseling keluarga yang kini semakin mendesak dibutuhkan di tengah tantangan sosial modern.
Penguatan Moderasi Beragama di Tingkat Akar Rumput
Mengingat Tompobulu merupakan wilayah yang majemuk, silaturahmi ini juga menjadi forum untuk merumuskan strategi bersama dalam merawat kerukunan umat beragama. PAC berkomitmen menjadi mitra KUA dalam mensosialisasikan nilai-nilai moderasi melalui pengajian rutin dan kegiatan kepemudaan.
Respon Cepat Terhadap Isu Sosial Keagamaan
Dibentuk mekanisme komunikasi cepat antara PAC dan KUA untuk menangani isu-isu sensitif seperti pernikahan dini, perceraian, atau konflik antarumat. Dengan sinergi ini, penanganan masalah dapat dilakukan secara preventif dan holistik, bukan reaktif setelah masalah membesar.
Apresiasi Kepala KUA: Kolaborasi Adalah Kunci Pelayanan Prima
Bun Kahar menyambut positif kehadiran Syahrul Daeng Limpo dan Hamzah. Ia menilai bahwa dukungan tokoh masyarakat sangat krusial bagi kelancaran tugas KUA, terutama dalam hal sosialisasi program dan mobilisasi partisipasi warga.
“Pelayanan agama tidak bisa hanya mengandalkan birokrasi. Kami butuh tangan panjang dari tokoh-tokoh seperti Pak Syahrul dan Pak Hamzah yang memahami kultur lokal dan memiliki kepercayaan tinggi dari masyarakat. Silaturahmi hari ini adalah investasi jangka panjang bagi kualitas kehidupan beragama di Tompobulu,” ungkapnya dengan nada optimis.
Pesan Moral: Umat dan Negara Harus Saling Menguatkan
Kunjungan ini mengirimkan pesan kuat bahwa organisasi kemasyarakatan dan institusi pemerintah bukanlah dua entitas yang terpisah, melainkan dua sayap yang harus mengepak bersama untuk mengangkat kesejahteraan umat.
Di era di mana tantangan sosial-keagamaan semakin kompleks, isolasi antara keduanya hanya akan melemahkan daya tahan komunitas.
Penutup: Sinergi Nyata untuk Tompobulu yang Lebih Baik
Silaturahmi Ketua PAC Syahrul Daeng Limpo & Hamzah ke KUA Malakaji adalah teladan bagaimana kepemimpinan grassroots seharusnya bekerja: rendah hati, inklusif, dan berorientasi pada solusi. Semoga langkah kecil ini menginspirasi tokoh-tokoh lain di Gowa untuk turut membuka pintu dialog dengan aparatur pemerintah. Karena pada akhirnya, kemajuan suatu daerah tidak diukur dari seberapa megah kantornya, tetapi dari seberapa erat jalinan kasih sayang antara pemimpin dan rakyatnya.
(Humas PAC Syahrul Daeng Limpo / JURNALPOLRI.MY.ID)







Tinggalkan Balasan