BANGGAI LAUT — Palang Merah Remaja (PMR) Tingkat Mula SD Negeri 1 Matanga resmi dikukuhkan dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di lingkungan SD Negeri 1 Matanga, Desa Matanga, Kecamatan Banggai Selatan, Kabupaten Banggai Laut, September 30/9/ 2026

Pengukuhan tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam pembinaan karakter siswa sejak usia sekolah dasar. Tidak hanya berkaitan dengan kegiatan kepalangmerahan, keberadaan PMR di sekolah juga diharapkan menjadi wadah bagi siswa untuk belajar tentang kepedulian, solidaritas, kedisiplinan dan nilai-nilai kemanusiaan

Kegiatan pengukuhan mengusung tema “Menumbuhkan Jiwa Peduli Sesama, Palang Merah yang Berkarakter.”

Tema tersebut menjadi pesan penting bahwa pembinaan anggota PMR tidak semata-mata diarahkan untuk memahami kegiatan pertolongan pertama atau pengetahuan dasar kepalangmerahan

Lebih dari itu, siswa diharapkan memiliki karakter peduli dan mampu menerapkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan sekolah, keluarga hingga masyarakat

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asriani, S.Pd., yang mewakili Ketua PMI Kabupaten Banggai Laut; Kabid Dikdas Sudiarto Pandis, S.Pd., M.H., yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga; Sugiono H. Pudjiomo, S.Kep., yang mewakili Kepala UPTD Puskesmas Matanga; Sekretaris Desa Matanga; serta Bhabinkamtibmas Desa Matanga

Dalam kesempatan tersebut, Asriani, S.Pd., yang mewakili Ketua PMI Kabupaten Banggai Laut, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya pengukuhan PMR Tingkat Mula di SD Negeri 1 Matanga.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa PMR merupakan salah satu wadah pembinaan generasi muda yang memiliki peran penting dalam menanamkan jiwa kemanusiaan sejak usia dini

Menurut Asriani, siswa yang tergabung dalam PMR tidak hanya dituntut untuk mengetahui teori kepalangmerahan, tetapi juga perlu membangun sikap peduli, saling menghargai, membantu sesama dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar

Ia juga mengingatkan para anggota PMR agar menjadikan kegiatan tersebut sebagai proses belajar untuk membentuk karakter

Nilai-nilai seperti disiplin, kerja sama, keberanian, kepedulian dan tanggung jawab, kata dia, merupakan bagian penting yang perlu dibangun sejak masih berada di bangku sekolah dasar

Asriani berharap keberadaan PMR di SD Negeri 1 Matanga dapat terus dibina secara berkelanjutan. Para siswa diharapkan aktif mengikuti berbagai kegiatan kepalangmerahan sehingga pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan pengukuhan saja

Ia juga mengajak para siswa untuk menjadi contoh bagi teman-temannya dalam hal kepedulian dan perilaku positif di lingkungan sekolah

“Menjadi anggota PMR bukan hanya tentang mengenakan atribut atau mengikuti kegiatan, tetapi bagaimana nilai-nilai kemanusiaan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” demikian inti pesan yang disampaikan Asriani dalam sambutannya

Bukan Sekadar Seremonial

Pengukuhan PMR Tingkat Mula SD Negeri 1 Matanga diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata

Para anggota yang telah dikukuhkan diharapkan mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari organisasi kepalangmerahan di lingkungan sekolah

Dengan adanya pembinaan tersebut, siswa dapat memperoleh pengetahuan dasar mengenai pertolongan pertama, pola hidup sehat, kepedulian terhadap lingkungan serta pentingnya membantu orang lain dalam situasi yang membutuhkan

Selain itu, kegiatan PMR juga dapat menjadi ruang bagi siswa untuk belajar bekerja sama dan berkomunikasi dengan teman-teman

Hal tersebut dinilai penting karena karakter dan kepedulian sosial perlu dibentuk sejak dini agar tumbuh menjadi kebiasaan positif ketika siswa berada di tengah masyarakat

Dihadiri Unsur Pendidikan, Kesehatan dan Pemerintahan Desa

Kegiatan pengukuhan tersebut juga mendapat perhatian dari berbagai unsur terkait

Kabid Dikdas Sudiarto Pandis, S.Pd., M.H., hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banggai laut.

 

REPORTER: SUSANTO